Remaja Garut Dikeroyok Habis-Habisan Lantaran Knalpot Bising

Bertingkah laku di masyarakat memang memiliki aturan dan tata krama masing-masing. Hendaklah setiap masyarakat harus bisa menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketentraman sesama masyarakat agar tidak menimbulkan permusuhan atau permasalahan.

Jangan sampai dengan perilaku sembarangan di masyarakat kemudian menyebabkan hal-hal yang bisa memicu permusuhan dan berujung pada pengeroyokan.

Sebuah video perkelahian yang beredar beberapa waktu yang lalu inipun langsung membuat geger?

Diduga, perkelahian tersebut terjadi karena ulah pengendara motor yang sangat mengganggu masyarakat sekitar.

Bagaimana kisahnya?

Sosial media Instagram digegerkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan seorang remaja pria yang dikeroyok habis-habisan oleh sejumlah pemuda.

Dalam video tersebut, terlihat jelas bahwa remajayang menjadi korban ini dipukuli dan diinjak di sebuah kebun yang terlihat kosong.

Berdasarkan plat nomor yang ada di dalam video tersebut, diduga perkelahian itu terjadi di Garut, Jawa Barat.

Setelah dicari tahu, ternyata video tersebut benar adanya dan pihak kepolisian juga sudah memastikannya.

“Memang betul kejadiannya terletak di Garut. Tepatnya di Desa Samida, Kecamatam Selaawi,” kata Kapolsek Limbangan Kompol Asep Suherli di Mapolsek Limbangan, Jalan Raya Limbangan, Kabupaten Garut, Kamis (28/9/2017).

Lokasi pengeroyokan itu tepatnya berada di daerah perbatasan antara Garut-Sumedang.

Terlihat dalam foto tersebut ada sepeda motor berplat nomor Z 6928 FS.

Hal itulah yang digunakan polisi untuk melacak para pelaku dan menentukan tempat pengeroyokan.

Perlu diketahui bahwa nomor polisi Z itu digunakan di wilayah Priangan Timur, di antaranya Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang.

“Belum bisa dipastikan apakah (kendaraan) itu milik korban atau pelaku.”

“Kami sedang menelusurinya,” ucap Asep.

Video yang berdurasi 38 detik ini diupload ulang oleh akun Instagram @thenewsbikingregetan.

Dalam video itu terlihat seorang remaja yang berseragam sekolah sedang berduel dengan remaja yang memakai jaket berwarna hitam.

Terdengar juga kata-kata kasar yang terlontar dari mulut mereka.

Remaja yang berjaket hitam berhasil menjatuhkan lawannya.

Lalu tiba-tiba saja, remaja yang lain mengeroyok si remaja berseragam ini.

Terlihat kepala remaja itu diinjak kepalanya oleh dua orang.

Orang pertama mengenakan celana osis SMA.

Sedangkan orang kedua mengenakan celana pramuka.

Tidak cukup sampai di situ, remaja berjaket hitam tadi rupanya masih belum puas.

Dia terus memukuli kepala remaja yang memakai seragam tersebut.

Sang remaja yang memakai seragam terlihat lemas tak berdaya.

Bahkan berdiri pun dia sudah tidak kuat.

Rupanya si remaja berjaket hitam ini masih belum puas juga.

Dia mencekek leher si remaja berseragam sekolah dan video pun terputus.

Sontak banyak warganet yang langsung mengomentari video tersebut hingga video inipun menjadi viral di mana-mana.

Berikut ini beberapa komentar mereka.

@vebrytaseptia “Gak berani liat :'(“

@sangkuriangmeriang “Beraninya keroyokannn…”

@yepzkids “Apa ga ada belas kasih kalian yg memukul sesama manusia, ga salah ga apa, malu sama seragam”

@tekpuk_cakeandcookies “Anak yg dipukul gimana mien? Semogaa ga ada luka parah..”

@yoland993 “Kalo sodara gue digituin, gue bakar satu2 rumahnya tuh orang2”

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa video ini mengandung unsur kekerasan dan tak layak tonton bagi anak-anak.

Jadi, jika kamu termasuk orang yang ga tegaan, jangan menonton video ini.

Bahkan pihak Instagram juga sudah memperingatkan hal itu kok.

Masih belum jelas perkara sebenarnya dari kisah perkelahian antarremaja ini, yang jelas tentu hal ini sudah melanggar hukum karena melakukan penganiayaan kepada orang lain.

Jika kamu seringkali melihat tawuran maupun perkelahian antarsiswa/antarremaja, sebaiknya kamu harus berusaha mencegah hal ini agar tidak terjadi kepada diri kamu, caranya:

  1.  Bekali diri dengan pengetahuan agama sebanyak-banyaknya. Di sekolah memang kita diajarkan juga pelajaran Agama, tapi spaling lama 2 jam seminggu, belum dibarengdi dengan maen-maen, dan juga pelajaran Agama disekolah lebih terfokus ke Nilai akhir ketika ujian (ahlak mah jauh), mungkin karna faktor inilah (kurangnya kesadaran beragama para siswa ) yang membuat para pelajar tidak punya pegangan untuk bisa menahan diri dalam pergaulan antar siswa. Ini juga bisa menjadi pesan serius untuk para orang Tua, untuk jangan hanya mengarahkan anak anak mereka untuk berprestasi dalam pelajaran-pelajaran dunia saja, akan tetapi harus diimbangi dengan prestasi ahlak dan budi pekerti dengan mengarahkan anak anak mereka untuk belajar agama di luar waktu sekolah
  2. Mengikuti kegiatan tambahan di sekolah. Mengikuti kegiatan kegiatan luar sekolah saya kira sangat ampuh untuk menyalurkan energi berlebih pada diri siswa. Jika boleh kasih saran sama orang tua [jika ada yang kebetulan baca] masukkan anak-anak anda ke kegiatan luar sekolah seperti Bela Diri, bukan untuk mengajar mereka berkelahi (walaupun sebenarnya wajib diajarkan), akan tetapi menurut pengalaman saya pribadi, semakin pinter seseorang berkelahi, semakin ingin mereka menjauhi perkelahian tersebut. Cerita dikit, saya belajar bela diri sudah hampir 10 tahun lamanya, tepatnya beladiri kung fu, tapi semakin lama saya belajar, saya semakin takut untuk terlibat dalam perkelahian, terutama perkelahian fisik, begitupun juga dengan sifu sifu saya, mereka nyaris tidak pernah ikut perkelahian, walaupun ada beberapa tapi sebatas pembelaan diri saja. Dan saya kira jika anda sudah pernah belajar beladiri (bukan yang setengah setengah, karna biasanya yang belajar setengah setengah sering membuat ulah) anda sudah faham akan hal tersebut, karna ILMU PADI berlaku juga di sini.
  3. Jangan mudah terprovokasi. Teliti, cermati dan gali setiap informasi yang kita dengar, dan kita lihat, sebelum mengambil tindakan terhadap permasalahan tersebut.
  4. Hindari nongkrong habis pulang sekolah. Nongkrong habis pulang sekolah sering menjadi pemicu awal terjadinya pertikaian antar sekolah. Jika suatu kelompok siswa bertemu dengan kelompok siswa dari sekolah lainnya, rentan sekali terjadi gesekan gesekan yang bisa memicu tawuran antar pelajar.

Dengan begitu kamu bisa meminimalisir terjadinya tawuran maupun perkelahian antarsiswa/antarremaja.

 

Shares

Powered by moviekillers.com