Pengantin Sesama Jenis Menikah Berbusana Pink

Cinta memang lagi-lagi tidak bisa diduga kapan dan kepada siapa cinta itu datang. Namun, yang pasti adalah cinta sulit sekali untuk dipungkiri.

Meski begitu, terkadang bisa saja cinta hadir kepada orang yang salah.

Salah satu pernikahan teheboh yang baru-baru ini terjadi adalah pernikahan sesama jenis yang terjadi di daeraah Bulukumba.

Foto penikahan sejenis beredar luas di Bulukumba, pada Rabu (27/9/2017). Foto yang memperlihatkan pasangan sejenis yang memakai pakaian pengantin berwarna pink tersebut pertama kali diposting melalui akun Ashock’photography.

Ashock’photography memosting foto tersebut di grup Info Kejadian Bulukumba.

Di foto tersebut pasangan tersebut bernama Syarifah Nurul Husna dan Rahmat Yani. Keduanya pun tampak memakai pakaian pengantin adat Bugis Makassar berwarna Pink. Pernikahan keduanya berlangsung pada 17 September 2017

“Heboo terjadi pernikahan perempuan vs perempuan hila-hila kec.bontotiro kab.bululumba,”tulisnya.

Postingan foto yang diduga pasangan sejenis tersebut pun mengundang komentar dari sejumlah warganet.

“Iyee bukn hoax tp knyataan sdh ditangani yg brwajib trus merk menikah siri alias dibwh tangan krn tdk ada dokumen lengkpnya pngantin pria alias baco baccenya brdalih agr nikh siri dlu smpai dokmen pribadi klar. Br nikah resmi Ini kejadian di kelurahan ekatiro tpatnya erelebu,”tulis Yumita Burhan Daeng Tasunggu Tabe di kolom komentar.

Hingga berita ini diturunkan belum dipastikan ke pihak yang bersangkutan. Peristiwa ini berdasarkan yang disebut oleh pengunggah foto berada di bagian Timur Kota Bulukumba atau sekitar 40 kilometer.

Ahmat Yani (28), pengantin pria pada pernikahan sesama jenis di Bulukumba tergolong cerdik menyembunyikan identitasnya sebagai wanita, bukan wanita yang bergaya bak pria lalu menikahi wanita.

Menurut pengakuan warga setempat di Dusun Erelebu Kelurahan Ekatiro, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba, Sulsel, alasan Rahmat untuk segera dinikahkan dengan SNH karena takut ditikung pria lain, sehingga dirinya mendesak orang tua korban, utamanya ibunya untuk segera dinikahkan dengan putrinya.

Awalnya, Rahmat Yani mengaku jika dirinya warga Kecamatan Herlang, hanya saja selama ini ia tinggal salah satu rumah kenalannya yang berada di Kecamatan Bontobahari. Kepada kerabat SNH, Yani juga mengaku pernikahannya ini tak direstui oleh keluarga dan orang tuanya sendiri. Bahkan ia rela menyembunyikan identitasnya.

“Dia (Yani) juga mengaku pernah tinggal bersama kakaknya di Makassar dan bekerja sebagai pelayan toko, belakangan dia diusir oleh kakaknya karena tak merestui pernikahan ini,” ungkap warga setempat yang engan dipublis namanya.

“Dia lari ke Bontobahari tinggal dirumah orang lain (bukan keluarga), saat itu dia mengaku bekerja sebagai Nelayan, bahkan beberapa waktu bekerja di perusahaan gula di Arasoe Bone,” lanjutnya.

Sewaktu kepengurusan administrasi pernikahan, Yani tidak bisa menunjukkan kartu identitas, tetapi dia berjanji akan mengurus setelah pernikahan selesai digelar. Hal inilah yang membuat pemerintah setempat yakin jika Yani bukanlah wanita karena keseriusannya sehingga terjadilah nikah siri.

Pihak keluarga dibuat yakin setelah adanya prosesi “Mappettu Ada” alias mendengarkan kesimpulan dan kesepakatan pernikahan. Saat itu, sejumlah warga yang datang menyaksikan prosesi ini tidak memberi kecurigaan jika bakal terjadi pernikahan sejenis.

“Bahkan untuk uang belanja yang hendak dibawa mempelai pria (Rahmat Yani) dia rela menjual motornya. Mahar yang diberikanpun tergolong besar karena sebidang tanah, hanya saja saat penyerahan di depan saksi mahar tersebut tidak dilengkapi SPPT, alasannya berada di rumah orang tuanya,” jelasnya.

Pernikahan berlangsung meriah di kediaman mempelai wanita di Dusun Erelebu, Bulukumba. Semua berjalan seperti pernikahan pada umumnya, dengan mengenakan pakaian adat pernikahan laki-laki, Rahmat Yani bersolek di depan kamera yang menambah keyakinan orang tua korban jika dia adalah pria yang tepat mendampingi anaknya.

“Sejatinya, gosip tentang jenis kelamin pacarnya SNH sudah ada sebelum menikah, tetapi karena menjaga nama baik orang tuanya, makanya suaminya ini tidak diperiksa ‘perkakasnya’,” ungkap warga tersebut.

Namun yang paling mengejutkan menurut warga setempat, yaitu rombongan pengantar mempelai pria yang datang dari Bontobahari sebanyak 3 mobil ini juga tertipu identitas sebenarnya Rahmat Yani.

Termasuk orang yang ditempati Rahmat Yani menggelar resepsi juga mengaku tidak mengetahui hal tersebut sehingga membuat geger warga. “Semua orang tidak menyangka bakal terjadi hal ini, Semoga yang terakhir kalinya” Ujarnya.

Sekadar diketahui, SNH sendiri merupakan anak tertua dari 6 orang bersaudara, dan satu-satunya anak perempuan. Dia juga baru saja tamat dari sekolah menengah atas di Bulukumba.

Bagaimana nih guys pendapat kalian?

 

Shares

Powered by moviekillers.com