Ngawur! Driver Ojol Cium Penumpang dan Paksa Beri Rating Bagus

Banyaknya alat transportasi online yang bisa diakses oleh siapa saja dan dimana saja, memang membuat masyarakat jauh lebih dipermudah. Tidak perlu bingung, masyarakat bisa langsung mengakses alat transportasi online hanya melalui handphone yang saat ini hampir dimiliki oleh semua orang.

Akan tetapi, banyak juga oknum-oknum pengemudi alat transportasi online yang terkadang membuat geram karena tingkah lakunya. Misalnya saja, sikap atau perlakuannya terhadap penumpang kadang kelewat batas dan mengesalkan. Bahkan, tak jarang juga mereka cenderung memperlakukan penumpang wanita dengan tidak baik atau melecehkan.

Hal inilah yang masih menjadi perdebatan dan membuat para penumpang wanita enggan untuk menaiki alat transportasi online, meski juga tak semua driver bersikap demikian.

Dugaan adanya pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum driver Grab terhadap penumpangnya tengah viral di media sosisal.

Beredar di media sosial tangkapan layar cerita seorang penumpang yang mengaku dicium oleh driver Grab dan dipaksa untuk memberinya rating lima bintang.

Cerita tersebut dibagikan oleh akun Twitter ANO @qitmr pada Minggu (7/10/2018).

Tidak diketahui siapa penumpang yang dimaksud, namun dari dilampirkan histori perjalanan dengan pengemudi bernama Vickich Anrio Sugiarto dengan plat nomor kendaraan B 315 LAH.

“Ini drivermu @GrabID lagi, kemarin drivermu juga. Ada apa ini sebenernya?

Rekrut ngawur atau apa, jangan minta dm kronologi dll lagi, tolong itu manajemen kalian seriusin hal2 seperti ini.

Jangan sampe orang jadi males pake grab karena drivernya banyak yang seperti ini,” tulis Ano.

Menanggapi hal tersebut, pihak Grab berterimakasih kepada pihak yang telah melaporkan informasi tersebut.

Grab juga telah melakukan investigasi terhadap drivernya dan telah memberi sanksi pada yang bersangutan.

“Selanjutnya, kami juga sudah menjelaskan bahwa mitra pengemudi yang bersangkutan telah bersedia dipertemukan dengan penumpang untuk memberikan penjelasan secara langsung dan menawarkan proses mediasi antara kedua belah pihak.

Tetapi hingga saat ini, penumpang yang bersangkutan masih menolak untuk bertemu, walaupun sudah menerima penjelasan dengan baik dari pihak kami,” tulis Grab.

Namun rupanya upaya Grab untuk mempertemukan terduga korban dengan pengemudi menuai kritikan dari warganet, bahkan mereka memprotes dengan tagar #deleteGrab.

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata membantah telah mempertemukan terduga korban pelecehan seksual dengan terduga pelaku yang disebut sebagai pengemudi Grab.

Ridzki mengatakan, pertemuan korban dengan pengemudi hanya salah satu alternatif.

“Itu termasuk salah satu ajakan. Tapi yang jelas klarifikasi kami lakukan terpisah, masing-masing,”

Menurut Ridzki, klarifikasi terpisah adalah prosedur standar Grab.

Klarifikasi terpisah ini bertujuan melindungi privasi penumpang maupun pengemudi.

“Pertama kami lakukan dulu pemanggilan lewat telepon kemudian kami lakukan pertemuan khusus, kami sudah ada tim dan masing-masing dihargai privasinya,” ujar Ridzki.

Bagi kamu yang kerap memanfaatkan alat transportasi online, maka pastikan semuanya baik-baik saja. Berikut, beberapa tips agar kamu aman dan nyaman selama perjalanan dengan kendaraan online.

Menunggu di tempat yang aman

Hindari tempat sepi saat menunggu transportasi online datang. Pastikan tempat kamu menunggu adalah tempat yang aman dan ramai, terlebih jika kamu memesannya di malam hari. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Perhatikan rute yang dilewati

Fitur report atau laporkan bisa kamu manfaatkan jika kamu merasa pengemudi yang kamu tumpangi tidak profesional. Misalnya saja, melakukan pelecehan seksual atau menyetir ugal-ugalan. Jangan ragu kamu untuk melaporkan agar tidak ada lagi kejadian yang serupa.

Pastikan plat nomor taksi yang kamu pesan sesuai dengan yang tertera di aplikasi

Apabila plat nomor mobil yang menjemputmu berbeda dengan yang tertera di aplikasi, kamu harus lebih waspada. Terlebih lagi jika wajah si pengemudi juga beda.

Jika dari awal kamu sudah ragu, batalkan saja demi keamanan. Karena jika terjadi tindak kejahatan, kamu gak akan bisa komplain ke pihak penyedia transportasi.

Kalau plat nomor yang terdaftar di platform taksi online-nya saja sudah beda, otomatis itu di luar tanggung jawab perusahaan taksi online tersebut.

Share identitas pengemudi dan plat nomor ke orang terdekat 

Setelah naik ke mobil, jangan lupa untuk memberikan informasi identitas pengemudi dan plat nomor mobil ke orang terdekat. Screenshot saja halaman order di aplikasimu dan kirim via Whatsapp atau yang lain ke rekanmu.

Sebisa mungkin tidak naik taksi online saat larut malam atau dini hari

Ketika harus pulang larut malam atau dini hari, lebih baik kamu menggunakan taksi konvensional yang sudah terpercaya. Taksi konvensional punya badan hukum yang jelas, dan ada layanan contact center di mana kamu bisa menyampaikan keluhan secara langsung.

Saat menumpang di taksi konvensional, tetaplah waspada. Catat nomor lambung dan nama pengemudi.

Cocokkan wajah pengemudi dengan fotonya. Apabila berbeda, bisa jadi ia adalah sopir tembak. Kamu harus berhati-hati karena mayoritas kejahatan terhadap penumpang taksi dilakukan oleh sopir tembak.

Nah, begitu deh tips aman ketika menggunakan alat transportasi online. Selalau waspada dan hatti-hati ya, meski kamu merasa sangat aman dan nyaman ketika menaiki alat transportasi online.

Shares

Powered by moviekillers.com