Hati-hati Momo Challenge, Ajak Anak untuk Akhiri Hidup

Semakin modern zaman, semakin banyak saja orang yang ingin terus eksis di berbagai sosial media. Hal ini tentu membuat banyak orang harus berusaha mencari ide yang brilliant agar bisa membuatnya eksis. Salah satunya dengan menciptakan challenge-challenge yang memang akhir-akhir ini bisa dengan mudahnya diikuti oleh masyarakat di seluruh dunia.

Baru-baru ini, challenge Kiki atau Keke Challenge sendiri juga bisa membuat seluruh orang di dunia mengikutinya. Tak hanya Kiki Challenge, sebelumnya juga ada ice bucket challenge dan serentetan challenge-challenge lainnya yang juga viral.

Meski sebagian berbahaya, namun masih saja banyak masyarakat yang dengan nekatnya memilih untuk melakukan aksi challenge tersebut dan mengunggahnya ke sosial media. Padahal, ada juga orang yang malah justru menjadi korban dari challenge yang dilakukan.

Membahas challenge terbaru setelah Kiki Challenge. Kini sebuah challenge yang jauh lebih berbahaya banyak beredar di aplikasi Whatsapp. Rupanya, challenge ini justru menyasar pada anak-anak hingga bisa menyebabkan hilangnya nyawa akibat mengikuti challenge tersebut. Apakah challenge tersebut?

Momo Challenge, aksi challenge yang satu ini mendadak beredar luas di Whatsapp. Namun, siapa sangka jika challenge ini berisi ajakan untuk bunuh diri. Sasarannya sendiri adalah anak-anak.

Polisi di seluruh dunia memeringatkan orang-orang terkait permainan yang beredar di WhatsApp dengan avatar yang diyakini berasal dari Jepang.

Permainan yang disebut ‘Momo Challenge’ ini mulai menyebar semenjak pihak berwenang Argentina menghubungkan pesan misterius untuk membuat seorang bocah 12 tahun bunuh diri.

Diketahui, bahwa gadis tersebut sebelumnya merekam dirinya sendiri tengah ditelepon sebelum akhirnya bunuh diri.

Ia juga bertemu dengan seorang remaja berusia 18 tahun di platform media sosial yang sekarang sedang diselidiki polisi.

Namun, orang itu belum ditemukan dan pihak kepolisian setempat masih berupaya untuk menyelidiki kasus tersebut secara lebih lanjut.

“Telepon telah diretas untuk menemukan rekaman dan obrolan WhatsApp, dan sekarang remaja yang dituduh bertukar pesan itu sedang dicari,” kata pejabat dalam sebuah pernyataan.

Mereka juga percaya bahwa niat remaja adalah untuk mengunggah video ke media sosial sebagai bagian dari tantangan yang ditujukan untuk mengkredit Momo Challenge untuk bunuh diri.

Permainan yang berbasis di WhatsApp, yang berpusat pada entitas iblis viral yang dikenal sebagai Momo telah menjadi urban legend di kalangan netizen.

Beberapa telah mencoba untuk menghubungi akun Momo dengan menambahkan atau memanggil ‘hotline terkutuk’ dan melaporkan menerima gambar dan pesan yang mengganggu ponsel mereka.

Momo kemudian akan mengancam orang di jalur lain yang menunjukkan bahwa entitas akan muncul di malam hari atau mengutuk pengguna media sosial.

Hal ini juga dapat memaksa pengguna melakukan tugas berbahaya seperti menyakiti diri sendiri dan membagikan informasi pribadi secara publik jika mereka menolak untuk melakukan apa yang diperintahkan.

Avatar yang digunakan dalam akun Momo dibuat oleh perusahaan efek khusus Jepang, Link Factory dan tidak dirancang oleh seniman Jepang Midori Hayashi, karena banyak orang pada awalnya tidak percaya.

Patung ini sebenarnya ditampilkan di sebuah pameran oleh Vanilla Gallery.

Hal ini didasarkan pada kisah Jepang yang menggambarkan yokai (penampakan) yang dikenal sebagai Ubume, roh seorang wanita yang menghantui area di mana dia melahirkan dan menawarkan bayinya yang baru lahir kepada orang yang lewat.

Kemudian menjadi batu berat yang menghancurkan mereka.

Gambar pertama kali muncul pada 25 Agustus 2016 ketika pengguna Instagram @nanaakooo mengunggah foto patung tersebut secara online.

Pengguna Instagram lainnya kemudian meulai mengunggah patung yang sama di platform media sosial.

Polisi Meksiko dan Spanyol memeringatkan bahwa Momo Challenge tidak lebih dari tipuan virus yang dapat mengakibatkan peretasan dan pemerasan informasi pribadi.

Unit Investigasi Kejahatan Cyber Meksiko juga memeringatkan orang-orang untuk tidak terlibat dalam percakapan dengan orang asing secara online.

“Ketertarikan morbid atau ingin menjadi populer telah mengakibatkan banyak orang muda melakukan tindakan yang mempertaruhkan hidup mereka,” kata polisi Meksiko.

Nah, mengingat beberapa challenge luar negeri juga bisa dengan cepat merambah ke Indonesia. Pemerintah mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap challenge-challenge yang beredar. Terlebih, challenge yang satu ini berkaitan langsung dengan nyawa manusia.

Akan jauh lebih baik, jika tidak perlu megikuti challenge-challenge yang sudah diperingatkan bisa membahayakan.

Shares

Powered by moviekillers.com