Dikira Flu, Wanita Ini Hanya Punya Kesempatan Hidup 30 Menit

Mengalami sakit atau terserang sebuah penyakit. Tentu membuat orang merasakan ketidaknyamanan, terlebih lagi jika sakit yang diderita membuat daya tahan tubuh menurun sehingga mengganggu aktivitas. Tentu, ini akan sangat merugikan penderitaan sakit tersebut bukan?

Kamu tentu sudah seringkali mengerti bahwa semakin lama semakin banyak saja jenis penyakit yang aneh-aneh dan mematikan. Salah satu hal pemicunya adalah gaya hidup yang tidak sehat.

Tetapi, banyak orang yang masih saja meremehkan penyakit yang dialami hanya karena mengira bahwa penyakit yang diderita adalah penyakit ringan sejenis masuk angin atau flu semata. Padahal, sebagian penyakit berbahaya dan mematikan memiliki gejala menyerupai penyakit-penyakit ringan tersebut.

Seperti apa yang dialami oleh seorang wanita ini. Ia tak menyadari dan menyangka bahwa penyakit yang ia kira adalah penyakit flu ini, rupanya bisa merenggut nyawanya dalam waktu 30 menit saja.

Gadis berusia 23 tahun bernama Lily O’Connell ini mengalami gejala flu saat perayaan makan di malam Natal. Wanita asal Sydney ini merasakan pusing hebat saat malam Natal tersebut. Karena ia merasa pusing, ia memutuskan untuk berbaring sesaat. Hingga ia mengeahui bahwa penyakit yang ia derita bukanlah flu biasa seperti yang ia kira.

Namun ia langsung dilarikan ke rumah sakit saat dirinya muntah-muntah dan muncul bercak kemerahan pada wajahnya.

“Aku menyalakan lampu dan melihat kemerahan pada wajah Lily,” ungkap sang ibu, Steph O’Connell.

Setelah diperiksa di rumah sakit St Vincent Sydney, Lily diberitahu dokter bahwa dirinya akan kehilangan nyawanya dalam waktu 30 menit jika ia mengabaikan gelajanya itu.

Lily diagnosis menderita meningitis “meningococcal W strain”.

Kepada Fairfax, Lily mengungkapkan:

“Aku beruntung rumahku hanya 3 menit dari rumah sakit karena dokter memberitahuku saat itu bahwa aku hanya punya sisa waktu 30 menit jika tidak segera ditangani.”

Lily yang mengalami gagal ginjal dan adrenal harus dirawat di ICU selama 8 hari dan total 3 minggu di rumah sakit.

Lily begitu berterimakasih kepada sang ibu yang tanggap menyelamatkannya.

Meningitis yang ia derita pun merusak bagian ginjalnya. Akibatnya, ia harus bergantung pada dialisis selama 5 jam per harinya.

Sementara itu, saudara perempuan Lily bernama Grace dengan ikhlas akan mendonorkan ginjalnya.

Apa dan Bagaimana Gejala Meningitis Itu?

Meningitis sendiri diartikan sebagai sebuah penyakit yang menyebabkan peradangan pada membran pelindung yang menutupi otak dan tulang belakang. Beberapa gejala penyakit meningitis, antara lain:

#1: Demam mendadak

Salah satu gejala penyakit ini adalah demam yang muncul tiba-tiba. Perlu dicurigai jika kamu mulai menggigil dan terus-menerus mengeluh kedinginan.

Orang yang sedang sakit cenderung mengalami kenaikan suhu tubuh yang cepat. Berhubung demam juga merupakan gejala penyakit lainnya, kamu perlu memerhatikan faktor lain yang bisa menjadi pertanda meningitis.

#2: Sakit kepala parah

Sakit kepala yang disebabkan meningitis tak hanya kuat tetapi juga tak tertahankan. Selain itu, sakit kepala ini menjalar ke area leher. Kepala rasanya mau pecah dan menyebabkan sulit berkonsentrasi. Meningitis pada bayi baru lahir juga bisa diketahui melalui tonjolan di ubun-ubun.

#3: Penglihatan kabur

Seseorang yang menderita meningitis biasanya menjadi tidak fokus saat melihat segala sesuatu di sekelilingnya sehingga penglihatannya pun berbayang.

#4: Sakit perut, mual, dan muntah

Orang yang menderita meningitis biasanya kehilangan nafsu makannya. Hal ini biasanya terjadi karena ia merasa mual terus-menerus yang diikuti dengan gejala sakit perut dan muntah.

#5: Sensitif terhadap cahaya terang

Cahaya yang terlalu terang dapat membuat mata anak yang mengalami meningitis menjadi berair. Kondisi ini diikuti dengan rasa mual dan sakit kepala yang semakin hebat.

#6: Otot oksipital yang kaku

Otot oksipital adalah bagian otot yang menutupi bagian tengkorak. Biasanya jika seseorang menderita meningitis, kemungkinan ia berada dalam posisi yang mudah dikenali.

Orang dengan meningitis biasanya berbaring miring dengan kepala mendongak dan kaki yang dibengkokkan. Ia berusaha meuruskan lehernya tetepi tidak berhasil.

#7: Tidak bisa menekuk lutut

Saat kamu menggerakkan kepala ke arah dada, secara otomatis kakinya akan langsung menekuk lutut, dan mereka tak mungkin melepaskan posisi ini. Fenomena ini disebut dengan tanda leher Brudziński. Ketika mengidap meningitis, kamu akan kesulitan meluruskan kakinya jika diangkat ke atas dengan posisi 90 derajat.

#8: Ruam kulit yang tidak hilang

Ruam kulit juga bisa menjadi salah satu gejala penyakit meningitis. Tes berikut ini sangat mudah mendeteksi ruam sederhana yang tidak terkait dengan meningitis.

Ambil sebuah gelas kaca bening, tempelkan ke area yang ruam. Tekan gelas kuat-kuat pada kulit ruam sampai berubah pucat.

Jika bintik-bintik itu berubah menjadi pucat bersamaan dengan kulit, maka ia tidak menderita meningitis. Namun, jika ruam tidak pudar, maka harus segera mencari pertolongan medis.

Nhah, sudah tahu kan perbedaan antara flu dan meningitis?

Shares

Powered by moviekillers.com