Waspada Virus Ransomware Wanna Cry pada PC

Sebanyak 99 negara dipastikan sudah terserang virus Ransomware Wanna Cry yang baru-baru ini sedang heboh dan membuat khawatir banyak orang di dunia, rasanya memang patut diketahui. Mengingat bahaya dari virus ini yang cukup meresahkan, setidaknya kamu harus mengetahui seputar virus yang satu ini.

Virus yang telah menyerang beberapa instansi ini, juga telah menyerang dua rumah sakit di Indonesia, yaitu Rumah Sakit Dharmais dan Rumah Sakit Harapan Kita. Dengan serangan virus tersebut, pelayanan kesehatan pun sempat terhenti. Padahal tentu akan mengganggu pelayanan terhadap pasien.

Sejak saat itu setelah menyerang rumah sakit tersebut, virus inipun semakin merajalela kemana-mana. Selain di Indonesia, sejumlah negara yang juga terdampak virus tersebut adalah Negara Amerika Serikat, Inggris, Spanyol, Italia, Tiongkok, Rusia, Taiwan, dan Ukrania.

Salah satu yang paling mengerikan, tiga negara terakhir tersebut mendapatkan dampak yang jauh lebih parah dan mengerikan dibandingkan negara-negara yang terdampak lainnya.

Program sejenis hacker inipun sungguh begitu meresahkan para instansi terutama. Karena virus ini dengan begitu mudah menumbangkan sistem yang terdapat di dalam sebuah jaringan komputer.

Tentu kamu juga merasa was-was bukan jika tiba-tiba virus tersebut menyerang PC kamu. Nah, untuk mencegahnya coba kalian cari tahu terlebih dahulu apa itu virus Ransomware Wanna Cry.

Ransomware sendiri merupakan sebuah perangkat lunak perusak yang mengenkripsi file di komputer atau perangkat seluler yang terinfeksi.

Virus ini dapat mengunci komputer dan mencegah pengguna untuk mengakses file, dokumen dan gambar sampai pembayaran dilakukan. Jadi pihak yang menebar virus tersebut akan meminta sejumlah uang tebusan atas file-file yang dikuncinya.

Komputer biasanya mudah terinfeksi saat pengguna membuka tautan atau lampiran email dari pesan email berbahaya yang sekilas kalian tak menyadarinya.

Pasalnya email sering dikirim dari akun email yang disamarkan, sama halnya dengan email pishing yang bertujuan seperti berasal dari entitas yang dikenal atau dapat dipercaya.

Bahkan, hacker juga dapat menanam malware di situs web. Jadi harus ekstra hati-hati dalam berinternet saat ini. Jangan sampai kamu asal-asalan dalam mengklik tautan yang tidak kamu kenali sebelumnya, akrena bisa saja tautan yang dikirim tersebut merupakan virus jenis tersebut. Bahaya kan jika sampai data-datamu hilang dan harus membayar sejumlah uang untuk meminta kembali data kalian.

Beberapa jenis ransomware menunjukkan layar yang terkunci yang memberitahukan pengguna bahwa file mereka telah dienkripsi. Menariknya, lock screen tersebut menuntut pengguna untuk melakukan pembayaran agar dapat membuka kunci file, dan biasanya pengguna mungkin tidak langsung sadar bahwa komputer mereka telah terinfeksi.

Meskipun begitu, berbagai instansi penegak hukum menyarankan korban agar tidak membayarkan uang tebusan seperti yang tertera.

Oleh karena itu, berhati-hatilah sebelum membuka link email dari sumber yang tidak diketahui atau membuka situs sembarangan.

Serangan ini menargetkan kerentanan yang mulai diketahui hacker pada sistem operasi Windows.

Microsoft sendiri mengatakan bahwa mereka merilis update Windows untuk melindungi pengguna terhadap serangan ini makin meluas.

Jadi, segera update sistem operasi komputer maupun laptop kalian dan hindari berbagai cara kerja ransomware ini ya, guys! Jangan lupa juga untuk menambahkan proteksi keamanan atau segera perbarui juga sistem keamanan yang sudah kamu pasang di PC kalian.

Aksi Penghentian Virus

https://www.wartasolo.com/wp-content/uploads/2017/05/Ini-Dia-Penakluk-Virus-WannaCry-Pemuda-Asal-Inggris-635×325.jpg

Marcus Hutchins. Pemuda 22 tahun asal Inggris ini menjadi ‘pahlawan’ setelah berhasil menghentikan penyebaran virus komputer yang tengah membuat dunia gonjang-ganjing, ransomeware.

Marcus berhasil menghentikan penyebaran virus itu hanya beberapa jam setelah membuat kekacauan di dunia siber.

Bukan di laboratorium. Marcus berhasil menaklukkan virus tresebut dari kamar tidurnya, yang berukuran sempit, di rumah orangtuanya. Selama beraksi, dia hanya ditemani oleh perangkat video game dan beberapa potong pizza saja.

Salah satu teman Marcus, sebagaimana dikutip The Telegraph, mengatakan, aktivis dunia maya itu telah mengumumkan keberhasilannya melalui Twitter dengan akun MalwareTech. Dia menyatakan telah ‘melaksanakan tugas’ setelah berhasil menghentikan penyebaran virus itu.

Marcus, yang tinggal di barat laut Inggris, menyadari bahwa dengan mendaftarkan nama domain situs web, kode virus bisa dihentikan.

Atas dasar tersebut akhirnya virus yang meresahkan ini dapat dihentikan. Salut ya dengan pemuda yang satu ini, keren.

 

Shares

Powered by moviekillers.com