Wanita Ini Ngomel Kursinya Diminta Oleh Ibu Hamil

Sudah kewajiban seorang manusia untuk saling tolong menolong antara manusia satu dengan yang lainnya. Ketika ada yang kesulitan, sudah semestinya kita sebagai makhluk sosial turun tangan untuk memberikan bantuan. Namun apa jadinya jika seseorang malah justru menutup mata atas kesulitan orang lain?

Pasti masih teringat jelas ya akan sosok Dinda yang sempat viral beberapa waktu yang lalu. Dinda yang terkenal karena tidak mau untuk memberikan tempat duduknya untuk seornag ibu hamil yang menggunakan alat transportasi KRL. Seketika dirinya langsung mendapatkan kritikan pedas dari netizen. Hal ini dipicu karena sikap Dinda yang dianggap tidak pantas dan tidak memiliki empati sama sekali terhadap ibu hamil tersebut.

Seharusnya semua orang belajar dengan kasus yang viral di tahun 2014 itu ya? Tidak mengunggah kemarahan atau kebencian gara-gara masalah tempat duduk yang sudah sepantasnya diberikan kepada seorang ibu hamil, atau lansia dan penyandang disabilitas sekalipun yang jelas-jelas memiliki fisik yang kurang sehat dan lemah.

Lantaran adanya seorang mahasiswi yang menumpahkan semua omelannya di sosial media. Bukannya belajar dari hal sebelumnya, justru mahasiswi ini seolah merasa paling benar dan memunculkan amarah publik. Reaksi netizen pun senada dengan kasus Dinda, bikin viral statusnya dan juga mengecam sikapnya yang minim empati.

Penasaran dengan Dinda yang dimaksud ini? Mari simak sama-sama!

Shafira Nabila Cahyaningtyas, mengunggah status di Facebook yang menceritakan ekspresi kekesalannya karena dia harus memberikan tempat duduk kepada ibu hamil. Begini isi statusnya…

Status Facebook Shafira itu diunggah seorang netizen bernama Eka Aditya melalui foto-foto screenshot karena akun Shafira sendiri saat ini sudah tidak aktif lagi.

Dari  screenshot itu terbaca bahwa Shafira menulis dirinya telah rutin naik kereta commuterline selama dua tahun terakhir dari Stasiun Bogor menuju Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Gue naik yang jam 07.05 di gerbong khusus cewek, KRL tujuan Bogor-Tanah Abang emang terkenal dengan ibu-ibu yang ganas luar biasa,” tulis Shafira tentang perjalannya hari itu.

Dia duduk berjejer dengan temannya dan berniat tidur sampai stasiun tujuan akhir.

Nah tadi gue udah tidur dan tiba-tiba sampe Stasiun Citayam gue dibangunin dong sama pak satpam dan disuruh berdiri dan ngasih tempat duduk gue ke ibu-ibu hamil,” keluh dia.

Akhirnya dengan sedikit keikhlasan dan banyak kemarahan dengan keadaan, gue dan temen gue berdiri sampe Stasiun Tanah Abang,” lanjut dia.

Setelah menyampaikan keluhan itu, Shafira kemudian bertanya kenapa ibu-ibu hamil berhak mendapatkan tempat duduknya dan mengapa ibu hamil selalu menjadi prioritas.

“Iya sih mereka emang lagi hamil, di perutnya ada anaknya, tapi nggak begini! Gue di Bogor juga usaha cari tempat duduk dan dengan tanpa bersalahnya direbut sama ibu-ibu hamil. Semakin lama gue semakin gak respeck sama ibu-ibu hamil, bener-bener udah semuak itu!” tulisnya.

Dia menulis bahwa di setiap gerbong sudah disediakan kursi prioritas bagi ibu hamil dan ibu yang membawa anak. Namun mengapa para ibu hamil itu malah mengambil tempat duduk (hak) orang lain dengan alasan bahwa mereka hamil. Dia mengatakan lebih rela tempat duduknya di KRL diberikan kepada orang lain, seperti orang lanjut usia, ketimbang diberikan kepada ibu-ibu hamil.

Gue lebih suka ngasih tempat duduk gue ke orang lanjut usia dan penyandang disabilitas. Yah mungkin orang kira gue berhati batu tapi ini kan pilihan, silahkan aja kalo mau ngasih ibu-ibu hamil tapi saya enggak,” kata dia.

Eka Aditya mengunggah screenshot status Facebook Shafira dengan keterangan,  “Ntah apa yang ada di pikiran Mahasiswi ini. Kuliah doang di kampus yang bagus, tapi gak ada rasa empati sama sekali. Sementara akun yang bersangkutan sedang non-aktif.

Status Eka itu sampai saat ini sudah dibagikan sebanyak 2.128 kali dan mendapat 333 komentar. Kebanyakan komentar menyayangkan sikap Shafira. Tak sedikit pula yang merundungnya.

Shafira merasa keberatan karena diminta bangun untuk kemudian berdiri berdesak-desakan dengan para penumpang lainnya. Dia mengaku pusing dan kesal sehingga ingin mengumpat satpam dan ibu hamil yang telah mengambil tempat duduknya di KRL.

Intinya, ada seorang wanita pengguna KRL yang curhat panjang lebar dan mencibir di media sosial mengenai seorang ibu hamil yang mendapat prioritas tempat duduk di KRL. Secara jelas, PT Kereta Commuter Jakarta (KCJ) menyebut ibu hamil memang masuk dalam prioritas karena tergolong dalam kondisi khusus.

“Jadi kenapa ibu hamil masuk dalam kondisi prioritas karena ibu hamil itu ada dalam kondisi khusus, dalam hal ini mengandung seorang anak dan ada kecenderungan mengalami hal-hal yang mungkin menyebabkan fisiknya lebih lemah dari kondisi sebelum hamil,” ujar Vice Manager Komunikasi PT KCJ Eva Chairunnisa dalam pesannya.

Nah, jika menurut kalian bagaimana nih guys?

 

 

 

Shares

Powered by moviekillers.com