Video Bocah SD Soal Mantan, Netizen Say “Kesenggol Tangan Takut Hamil”

Ya, memang tidak bisa dipungkiri bahwa pergaulan anak zaman sekarang sudah sangat jauh berbeda dengan pergaulan anak-anak di zaman dahulu. Anak zaman sekarang seolah sudah bebas dalam segi pergaulan dan bisa dikatakan kelewat batas. Apalagi dalam gaya berpacaran yang mereka lakukan. Rasa-rasanya sudah tidak bisa ditoleransilagi bukan?

Meski begitu,poret pacaran bocah atau anak muda zaman sekarang memang membuat orang dewasa geleng-geleng kepala. Pasalnya, mereka sudah semaakin berani melakukan pergaulan bebas yang ujung-ujungnya menyebabkan kehamilan di luar nikah. Hal ini tentu bisa merusak masa depan generasi muda bukan?

Seperti kisah beberapa waktu lalu yang mengabarkan bahwa seorang bocah SD menghamili kekasihnya yang baru duduk di bangku SMP. Tentu mendengarnya saja sudah sangat miris bukan?

Baru-baru ini, video beberapa bocah SD dengan tema mantan ini mendadak viral di berbagai sosial media. Pasalnya, mereka menujukan video tersebut untuk mantan-mantannya. Waduh, kecil-kecil sudah punya mantan ya?

Kisah bocah SD mengunggah video tersebut pun ramai diperbincangkan. Melalui aplikasi pembuat video “Tik-Tok” mereka membuat video sedemikian rupa yang akhirnya memunculkan komentar dari publik.

Aplikasi “Tik-Tok” yang sedang in sekali di berbagai kalangan ini justru digunakan untuk hal-hal yang salah dan seharusnya tidak dilakukan. Hal inilah yang membuat orang-orang menjadi kesal dibuatnya.

Seperti video Tik Tok yang satu ini contohnya.

Pada video berdurasi kurang dari satu menit itu terlihat ada tiga orang bocah SD berseragam merah putih.

Perekam video bertanya, “Satu kata buat mantan lu apa?”

Sambil membenahi letak poninya, bocah SD pertama menjawab “Brengs*k”

Beralih pada bocah SD kedua.

Masih dengan pertanyaan yang sama, dia menjawab “Anj*y.”

“Sampah”, begitu jawaban bocah SD ketiga saat ditanyai pertanyaan yang sama.

Lalu, perekam video kembali menanyakan pertanyaan yang telah ia lontarkan sebelumnya.

Secara serempak, ketiga bocah tersebut menjawab, “Anj*ng.”

Mengetahui video ini, banyak netizen yang membandingkan dirinya dengan kelakuan ketiga bocah SD tersebut yang ‘sudah punya mantan’.

“Ya Allah.. gw aja dulu pacaran abiz lulus sekolah SMK.. ini anak bocah ingusan udh tau tauan pacaran” ungkap @neng_zahira0302

“Wkwk jangankan mantan, di ledekin suka ama cowok aja aku nangis” tulis @umaamii__

“Ah elah, tuh bocah gue yakin kl tidur masih ngompol segala ngomong mantan, awas tuh rambut kutu smua mening burukeun meuli serit” tambah @vitoaryanto

“jangankan ngmong breng*ek ama an*ing ngmong bodoh aja dimarahin emak” imbuh @evie_noer_hayati

Ada juga netizen yang mengaku takut hamil saat tangannya nggak sengaja tersenggol.

“Jaman SD dlu ga sengaja kepegang tangan teman cowok aja dh nangis kata emak tar hamil” ungkap @eliss_chia

Nahloh, gimana menurutmu? Perbandingan gaya anak zaman old dan now?

Kamu seharusnya memberikan pengawasan dan cara efektif untuk mengontrol pemakaian gadget pada anak-anak kamu. Caranya sebagai berikut:

1. Mengaktifkan kontrol orang tua

Diena menyebut orang tua harus memasang fitur ‘kontrol orang tua’ pada telepon pintar sebelum digunakan anak. Fitur ini tersedia berupa aplikasi pada gadget. Fitur ini dapat membatasi hal-hal yang boleh diakses oleh anak selama menggunakan gadget. Orang tua juga dapat memantau aktivitas anak.

2. Gadget tidak diberikan

Orang tua disarankan untuk tidak memberikan kepemilikan gadget kepada anak dengan sepenuhnya. Sebaliknya, gunakan istilah meminjamkan agar dapat dilakukan pengawasan.

“Jangan diberikan, tapi dipinjamkan dengan persyaratan atau perjanjian. Misalnya, kalau nanti ada apa-apa gadget akan diambil kembali. Ini harus diberi pengertian di awal sebelum memakai gadget,” tutur Diena. Dengan begitu, orang tua masih memiliki hak untuk mengecek gadget milik anak.

3. Sering memantau

Orang tua diminta untuk sering memantau aktivitas anak di gadget dengan memeriksa bagian history ataupun percakapan anak di media sosial. Jika ada yang mencurigakan, sebaiknya beri nasihat pada anak dengan baik.

4. Batasi waktu penggunaan

Penelitian menyebut penggunaan gadget untuk anak maksimal 4 jam 17 menit setiap harinya. Diena menyarankan agar anak hanya diizinkan memegang gadget di siang hari. Sementara, terapkan waktu tanpa gadget pada pukul 6-9 malam.

“Gunakan jam itu untuk berkomunikasi dengan anak atau aktivitas lain seperti belajar. Sebelum tidur boleh lihat sebentar,” ujar Diena. Agar anak dapat lepas dari gadget, cari kegiatan lain yang lebih bermanfaat seperti kursus di bidang seni atau olahraga sesuai dengan minat anak.

Mudah bukan? Kuncinya adalah kamu harus tegas dengan apa yang kamu berlakukan di rumah.

 

Shares

Powered by moviekillers.com