Tega Biarkan Anak Tidur di Kamar Kosong dengan 1 Baju, Kenapa?

Menjadi seorang ibu memang susah-susah gampang. Harus mendidik anak dan mengasihi anak secara baik, membuat terkadang sifat-sifat keras muncul sesekali waktu. Akan tetapi, sifat keras yang diberikan kepada anak memang sekali-sekali harus dilakukan oleh orangtua, agar anak mengerti jika melakukan kesalahan dan tidak mengulanginya kembali.

Tapi, kamu sebagai orangtua juga harus memastikan bahwa sifat keras yang kamu berikan kepada anak bukanlah sikap keras yang berlebihan dan kelewat batas. Karena bisa jadi, anak malah justru akan mengalami trauma psikis ketika kamu nekat untuk melakukannya.

Amanda Mitchell, wanita yang berasal dari Newfoundland, Kanada ini mengalami sebuah kenyataan yang sulit untuk ia terima ketika putrinya bernama Hannah mendapatkan teguran dari sekolah karena perilakunya yang disampaikan oleh pihak sekolah kepada sang ibu.

Menurut penuturan pihak sekolah, Hannah dikatakan melakukan perbuatan tidak senonoh dan juga melakukan penindasan terhadap temannya di sekolah. Hal ini tentu merupakan masalah yang cukup besar bagi sang ibu.

Beruntung, sang ibu mengetahui cara yang pas untuk memberikan pelajaran kepada sang anak. Hal ini dimaksudkan agar sang anak juga tidak mengulangi kesalahan yang sama. Tak lupa, sang ibu juga membagikan kisahnya tersebut ke akun Facebook miliknya agar bisa digunakan sebagai bahan pembelajaran oleh orangtua-orangtua lainnya.

“Saya pikir masalah pada generasi ini adalah hukuman yang tidak memadai,” kata Mitchell.

Beberapa orang mungkin berpikir metode hukumannya terlalu keras.

Tapi Mitchell tidak setuju:

“Keras? Tidak menurut saya.”

“Jika dia tumbuh untuk melanggar hukum maka hasilnya adalah penjara dan itu bukan yang saya inginkan untuk anak-anak saya,” jelasnya.

“Saya tahu bahwa saya tidak membahayakannya.”

“Saya melakukan semua yang saya bisa untuk membantunya.”

“Saya mengatakan kepadanya bahwa saya melakukan ini karena saya mencintainya dan ingin dia tumbuh menjadi individu yang lebih baik.” kata Mitchell kepada GlobalNews.

Meskipun awalnya Hannah terkejut, dia kemudian menerima hukumannya.

Hannah perlahan mulai memperbaiki perilakunya.

Jadi, Hannah hanya diberi sebuah kamar kosong, tanpa barang-barang kesukaannya.

Di sana hanya ada tempat tidur dan satu set pakaian untuk sehari.

Meskipun ibunya mengatakan dia kemudian memberinya rotasi 4 t-shirt anti-bullying.

Anak perempuan itu harus mendapatkan kembali barang-barangnya dengan menyesuaikan perilakunya dan memenuhi tugas-tugas yang ditetapkan.

Beberapa orang di Facebook memberikan kritik terhadap metodenya

Namun, netizen yang lain setuju dengan tindakan Mitchell.

Menghukum dan mendidik anak emmang harus dilakukan dengan baik dan benar. Jika anak kamu melakukan kesalahan, maka kamu harus menghukumnya dengan cara yang tepat. Agar perilaku anak tidak bertambah menjadi semakin parah.

Biarkan anak mengetahui kesalahannya

Salah satu cara yang bijak dalam memberi hukuman kepada anak adalah terlebih dahulu menjelaskan kepada anak tentang alasan kenapa dia dihukum. Tujuannya agar anak  mengetahui kesalahan yang diperbuatnya.

Dengan memahami apa yang menjadi kesalahannya, maka hukuman yang diberikan kepada anak tersebut akan membuatnya belajar dari pengalaman dan  berusaha tidak mengulangi lagi perilakunya yang buruk.

Dengarkan penjelasan anak

Ketika anak melakukan kesalahan, sebagian orangtua langsung saja memberi hukuman tanpa mau mendengar alasan apapun yang dikatakan oleh anaknya.

Padahal mendengarkan alasan anak terlebih dahulu merupakan hal yang sangat penting, agar orangtua  tidak salah menghukum. Yakinlah moms,  setiap perilaku atau kesalahan yang dilakukan anak selalu disertai oleh alasan-alasan tertentu. Dengarkan alasan mereka dan hargai itu.

Hukuman sebaiknya bernilai positif

Bagaimana bentuk hukuman yang  mendidik? Banyak bentuk hukuman yang mendidik yang bisa merangsang anak untuk bersikap lebih baik. Misalnya saja seorang anak yang begitu nakal, bandel dan susah diatur, bentuk hukuman yang bisa diberikan seperti pengurangan uang jajan. Sifat anak-anak yang suka jajan, akan menuntun insting anak untuk tidak nakal, agar bisa mendapat uang jajan seperti sebelumnya.

Tegas bukan berarti keras

Dalam mendidik anak sebaiknya berlaku lemah lembut namun tetap tegas dan sangat disarankan untuk meminimalisir tindakan progresif atau keras terhadap anak.

Tegas adalah suatu tindakan yang dilakukan pada waktu dan tempat yang tepat, dan tetap menghargai perasaan anak. Sedangkan keras adalah tindakan yang lebih menuruti emosi, tanpa mempertimbangkan dampak yang bisa ditimbulkan dari sebuah perbuatan.

Nah, masih bingung untuk memberikan anak hukuman yang pas ketika melakukan kesalahan? Coba saja lakukan tips di atas.

Shares

Powered by moviekillers.com