Skip Challenge Beresiko Tinggi Hingga Kematian

Setelah dihebohkan dengan Ice Bucket Challenge dan Mannequin Challenge, serta challenge-challenge lainnya, kali ini ada challenge baru yang sedang banyak diikuti oleh kaum remaja dan anak muda. Namun bedanya dengan challenge-challenge sebelumnya yang tidak berbahaya, justru challenge baru yang satu ini banyak diprotes dan berbahaya jika dilakukan.

Hampir di seluruh sosial media, akhir-akhir ini sedang marak skip challenge atau pass out challenge yang dilakukan oleh anak-anak sekolah. Sebenarnya di luar negeri, tantangan ini lebih dikenal dengan sebutan pass out challenge dan sudah ada sejak tahun 1995. Berbeda dengan tantangan-tantangan sebelumnya, tantangan ini dinilai sebagai permainan berbahaya dan dapat mematikan.

Permainan ini dilakukan dengan cara menekan bagian dada sekeras-kerasnya dan diharuskan untuk menghambat jalur pernapasannya dengan sengaja hingga yang bersangkutan mengalami kejang dan pingsan sesaat. Permainan berbahaya ini, justru dianggap lucu dan menantang. Anak-anak sekolah yang tidak ikut melakukan permainan bertugas untuk merekam aksi permainan tersebut, dan mengunggahnya ke jejaring sosial, sehingga ditonton banyak orang dan menjadi viral.

Namun, setelah aksi skip challenge ini menjadi viral dan banyak diikuti oleh netizen, terutama anak-anak sekolah. Nyatanya permainan ini diketahui berbahaya bagi kehidupan manusia.

dr. Rizaldy Pinzon, MKes, SpS dari RS Bethesda Yogyakarta menjelaskan dinding dada yang harusnya mengembang dan mengempis, saat ditekan dengan sangat keras dapat menyebabkan kondisi yang disebut asfiksia traumatik. “Asfiksia merupakan istilah untuk kekurangan pasokan darah dan oksigen”.

dr. Pinzon menuturkan aliran darah otak normal adalah 50cc/ 100 gram jaringan otak per menit. Apabila turun sampai kurang dari 30 cc/ 100 gram jaringan otak per menit maka akan menyebabkan gangguan fungsi otak.

“Termasuk global brain iskemia yang menyebabkan hilangnya kesadaran dan kejang. Tekanan yang sedemikian berat di dinding dada menghalangi pertukaran gas normal dan menyebabkan asfiksia,” sambungnya.

Selain itu, “(Dengan permainan tersebut) Anak dibuat tidak bagus jalan pernapasannya. Segala hal yang membuat orang jatuh pada kondisi kekurangan oksigen itu berbahaya,” ujar dr Nastiti Kaswandani dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI di Menteng, Jakarta Pusat.

Dijelaskan secara lebih lanjut, bahwa aliran darah secara global turun akan dapat menyebabkan hilangnya kesadaran. Permainan ini menjadi berbahaya karena kekurangan pasokan oksigen ke otak yang terjadi berulang kali akan dapat menyebabkan kerusakan permanen.

Medical director Gramercy Heart and Vascular Centre Mount Elisabeth Novena Singapura, dr Nikolas Wanahita juga sepakat permainan ini sangat berbahaya. dr Niko, lebih concern pada yang terjadi saat jatuh pingsan.

Efek yang dialami anak-anak yang bermain skip challenge, kata dr Niko, namanya vasovagal syncope. Ini terjadi ketika tubuh bereaksi berlebihan terhadap pemicu pingsan. Setelah terpicu, akan terjadi penurunan kesadaran secara mendadak dalam denyut jantung dan tekanan darah yang akan mengurangi aliran darah ke otak.

Bahkan selain para dokter yang telah menjelaskan berbagai bahaya dan resiko permainan tantangan ini. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy melarang para siswa untuk melakukan skip challenge yang marak beredar saat ini. Muhadjir sendiri mengaku bahwa permainan ini sangat mengkhawatirkan.

Selain melarang para siswa tidak melakukan tantangan semacam itu, Mendikbud juga mengimbau para guru dan kepala sekolah memberikan perhatian khusus terhadap aktivitas siswa di lingkungan sekolah. Muhadjir menekankan, bahwa aktivitas permainan tersebut sangat membahayakan jiwa siswa baik jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini karena, permainan itu dilakukan dengan cara menekan dada sekeras-kerasnya selama beberapa waktu sehingga menyebabkan pelakunya kejang dan pingsan.

Ia juga mengajak orangtua dapat lebih aktif berkomunikasi dan memantau aktivitas anak-anaknya. Disampaikannya, peran orangtua untuk memberikan pemahaman tentang risiko aktivitas berbahaya seperti skip challenge sangatlah penting.

Adapun saat ini sedang viral video yang mempertunjukkan siswa melakukan tantangan skip challenge atau pass out challenge. Tantangan ini dilakukan dengan cara menekan dada sekeras-kerasnya selama beberapa waktu sehingga menyebabkan pelakunya kejang dan pingsan. Banyak siswa menganggap bahwa aktivitas tersebut merupakan pengalaman yang menegangkan dan menyenangkan.

Tetapi, tanpa disadari oleh para siswa tersebut, mereka pingsan karena asupan oksigen ke otak terhenti beberapa saat. Hal itu dapat menyebabkan kerusakan sel-sel otak, dan berakibat fatal seperti terjadinya kerusakan otak atau kelumpuhan organ-organ vital lainnya. Praktisi kesehatan telah melarang tantangan yang berbahaya ini. Namun, masih banyak yang belum memahami risikonya.

 

Shares

Powered by moviekillers.com