Salut! Bocah 2 Tahun Hafal Puluhan Surat Al-Quran Berkat Orangtuanya!

Terkadang, usia tak menjadi pembatas bagi seseorang dalam mempelajari sesuatu, seperti ilmu pengetahuan misalnya. Anak-anak pun, jika diasah terus menerus sejak kecil tentu akan terbiasa untuk belajar mengenai berbagai ilmu yang diajarkan.

Tetapi, jika usia anak masih begitu muda, yaitu dua tahun. Mungkin tidak ya, dia bisa menghafalkan puluhan surat di dalam Al-Qur’an sejak bayi?

Rupanya, bocah berusia dua tahun ini menjawab ketidakpercayaan orang-orang mengenai kelihaiannya menghafal puluhan Al-Qur’an.

Beberapa waktu ini, kemunculan bocah dua tahun di sosial media melalui rekaman videonya tengah mengaji tersebut mengagetkan dunia maya.

Pada awalnya, video tersebut diunggah melalui akun Facebook bernama Shahida Lukman yang merupakan ibu kandung bocah pintar tersebut.

Di dalam videonya tersebut, sang anak tampak terlihat sudah bisa mengucapkan surat-surat di dala Al-Qur’an meski dengan suaranya yang lucu dan masih belum terlalu jelas.

Namun, hal ini justru menuai banyak rasa kagum dan begitu terharu. Banyak yang memuji sang orang tua yang mendidik sang anak dengan sangat baik sehingga di usia yang masih sangat muda sudah dapat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Unggahan ini sekarang sudah banyak diunggah ulang, serta dibagikan di mana-mana. Banyak yang penasaran juga dengan cara orang tua sang bocah untuk mendidik ilmu agama sejak dini.

Bocah dua tahun bernama Ahmad Ziyadd Mohd Zahir berusia dua tahun ini merupakan sosok bocah pandai dengan hafalan Al-Qur’an yang sudah cukup banyak.

Ziyyad, bagaimana bocah ini dipanggil sehari-hari terlihat memiliki sosok yang sama dengan bocah-bocah seusianya. Namun, ketika sudah melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an tentu akan terlihat bagaimana perbedaannya dengan anak-anak lain seusianya.

Bocah yang berasal dari Bharu, Malaysia ini memang sudah menjadi penghafal Al-Qur’an sejak di usianya yang belia.

Bahkan, hingga kini 42 surat dalam Al-Qur’an sudah berhasil ia hafalkan di luar kepala meski kadang pengucapannya masih belum sefasih layaknya orang membaca Al-Qur’an yang sudah pandai. Namun, hal ini tentu menjadi kebangaan tersendiri ketika sudah bisa menghafal dan tinggal banyak berlatih saja.

Tak perlu bingung, hal ini tentu hanya masalah waktu saja sebelum akhirnya Ziyyad fasih dan lancar membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Sosok yang paling berpengaruh di dalam hafalan surat-surat yang dihafal oleh Ziyyad adalah sang ibu bernama Nurul Syahidah Lukman.

Sang ibu mengungkapkan bahwa keinginan atau ketertarikan Ziyyad terhadap Al-Qur’an sudah ditunjukkan sejak dia berusia 11 bulan.

Saat itu, Ziyyad baru bisa komat-kamit dalam menirukan ayat suci Al-Qur’an yang diperdengarkan kepadanya.

Rupanya, selain itu Ziyyad juga sudah seringkali diperdengarkan ayat-ayat suci Al-Qur’an sejak ia di dalam kandungan.

Sejak ia lahir pertama kali di dunia pun, lantunan ayat suci Al-Qur’an juga diperdengarkan kepadanya.

Tak ada musik, baik pagi, siang, sore, dan malam. Bahkan di manapun mereka berada, ayat suci Al-Qur’an lah yang diperdengarkan.

Selain itu, rupanya sebelum Ziyyad berusia dua tahun. Sang ibu sama sekali tak memberikan makanan yang memiliki kandungan gula dan garam, serta tak membiarkan anaknya untuk mengonsumsi makanan ringan karena dikhawatirkan dapat melemahkan otak.

Kelemahan otak tentu akan memicu lambatnya anak dalam berpikir dan juga daya serap ilmu yang telah diajarkan sehingga sang ibu tidak memberikan makanan ringan kepada sang anak melainkan makanan-makanan sehat lainnya yang tentu aman untuk dikonsumsi.

Selain diperdengarkan ayat suci Al-Qur’an sepanjang hari, tidak memberikan makanan yang mengandung gula dan garam, serta menghindari makanan ringan. Sang ibu rupanya juga memberikan ASI eksklusif selama usia Ziyyad 2 tahun 7 bulan.

Mungkin kebiasaan-kebiasaan yang telah diterapkan sang ibu inilah yang memicu kepandaian Ziyyad dalam menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Intinya, pola asuh yang diterapkan oleh orang tua sejak dini tentu akan memengaruhi kehidupan sang bayi kelak di masa yang akan mendatang.

Selain itu, juga memakan atau menyediakan makanan yang baik, serta menjauhkan makanan yang tidak sehat juag turut membantu tumbuh kembang otak anak sehingga otak akan terbentuk baik, serta mudah untuk menyerap ilmu ketika makanan yang masuk ke tubuh sang anak benar-benar diperhatikan dengan baik.

Shares

Powered by moviekillers.com