Remaja Pinjam Uang dari Rentenir untuk Lakukan Hal Ini, Sang Ibu Marah Besar

Cinta memang terkadang mampu membutakan mata manusia. Tak jarang banyak hal-hal bodoh yang dilakukan demi bisa menyenangkan atau mempertahankan hubungan dengan kekasih meskipun terkadang hal tersebut tidak seharusnya dilakukan.

Jika kamu sudah mapan dan mempunyai pekerjaan sendiri. Tentu merupakan hal yang wajar apabila kamu hendak memberikan hadiah ulang tahun yang bagus, serta mahal atau sekadar memberikan surprise yang mewah dengan menggunakan uang hasil keirngatmu.

Tapj apa jadinya jika kamu masih bersekolah dan belum bisa menghasilkan uang sendiri dari hasil keringatmu? Apakah kamu harus mengandalkan segala cara demi bisa mewujudkan kejutan yang mewah demi menyenangkan kekasihmu? Padahl hal itu nantinya akan menyulitkanmu?

Rentenir adalah tempat peminjaman uang yang penuh dengan risiko. Bukan hanya karena memiliki bunga yang tinggi, jika kamu terlambat melakukan pembayaran. Maka kamu akan dikejar-kejar terus dan tak jarang bisa melakukan kekerasan terhadapmu.

Seperti yang dialami oleh sang remaja ini yang dengan nekatnya dan tanpa pertimbangan meminjam uang ke rentenir hingga  membuat sang ibu marah besar hingga memberi hukuman yang keras terhadapnya.

Memang, merayakan hari ulang tahun seseorang yang kita cintai tidak dilarang. Tetapi, jika menyusahkan diri sendiri dan keluarga, tentu hal ini tidak dibenarkan bukan?

Baru-baru ini seorang remaja 15 tahun mendapatkan ganjaran yang keras setelah ibunya mengetahui dirinya telah meminjam uang dari lintah darat.

Menurut China Press, kejadian ini terjadi di Vietnam pada Kamis (8/2/2018).

Sang ibu mengetahuinya kala sang rentenir mendatangi rumah remaja tersebut untuk menagih sejumlah uang atas hutang yang dilakukan oleh sang anak.

Dilaporkan, remaja tersebut meminjam uang sekitar 350 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp 1,2 juta demi untuk merayakan ulang tahun pacarnya dengan cara yang istimewa.

Mendengar alasan tersebut beginilah reaksi sang ibu.

Sang ibu sontak kesal sehingga langsung mencengkeram tongkat dan memukul anaknya sambil menegurnya.

Seolah-olah ia tahu kesalahannya, remaja laki-laki tersebut hanya berdiri di sana dan menanggung sakit yang ia dera dari pukulan sang ibu.

Sang ibu tentu tidak bisa langsung melunasi utang anaknya kepada rentenir tersebut.

Namun, ia berjanji akan melunasinya jika sudah mendapatkan uangnya.

Rekaman video sang ibu menghukum anaknya tersebut pun kemudian dibagikan di media sosial dan menjadi viral.

Netizen yang menonton video tersebut pun mengatakan bahwa ibu remaja tersebut bekerja di sebuah pabrik karena pakaian yang digunakannya.

“Ada apa dengan anak itu? Tidak bisakah dia melihat seberapa keras ibunya bekerja hanya untuk bisa makan?” kata seorang netizen.

“Rentenir yang meminjamkan uang ke anak itu juga harusnya disalahkan. Siapa yang waras akan meminjamkan uang ke remaja yang baru berusia 15 tahun?” komentar netizen lainnya.

Tak hanya itu, banyak netizen lain yang berharap sang ibu bisa melunasi pinjaman dan mencegah utang menjadi lebih besar karena menunggak.

Wah, wah, wah tentu hal ini sangat disayangkan bukan? Mengingat, seorang remaja harusnya tak boleh berhutang lantaran belum bisa untuk menghasilkan uang sendiri. Lain halnya jika sudah mempunyai penghasilan sendiri.

Jika kamu berniat untuk melakukan pinjaman hutang ke rentenir. Coba kenali dulu bahayanya agar kamu tidak menyesal di kemudian hari dan pilihlah bank untuk meminjam uang yang lebih aman.

Besaran bunga yang pasti atau jelas

Bunga adalah bagian dari kredit pinjaman. Ada bunga besar dan bunga rendah. Kamu pasti akan menghindari bunga kredit yang tinggi agar kamu tidak kesusahan dalam membayar kredit pinjaman. Biasanya bank mengenakan bunga pinjaman maksimal 2 % setiap bulan atau maksimal 24 % setiap tahun.

Akan tetapi, tengkulak atau rentenir bisa mengenakan bunga pinjaman lebih dari 24% setiap tahun disebabkan tidak adanya hukum atau peraturan bisnis yang membatasinya. Sehingga jika kamu meminjam ke rentenir bisa terjebak dengan cicilan dan bunga yang tinggi selangit

Pembayaran angsuran yang terekam dan rapi

Bank menerapkan sistem pembayaran angsuran dengan sangat rapi dan terekam. Debitur dan pihak bank dapat mengetahui rekaman pembayaran cicilan. Adapun debitur bisa membayar angsuran melalui fasilitas auto debet yakni langsung memotong secara otomatis lewat rekening tabungan jika sudah jatuh tempo atau kamu bisa menggunakan fasilitas transfer untuk membayar cicilan.

Hukum atau peraturan yang jelas

Apabila kamu kesulitan dalam membayar angsuran pinjaman ke bank, maka bank akan bersedia membahas permasalahan kamu itu untuk memecahkan masalah dengan cara mediasi. Karena bank tidak bisa memaksa secara semena-mena kepada debitur untuk membayar pinjaman atau menyita barang jaminan sebab ada proses hukum yang mesti ditempuh kedua belah pihak. Sedangkan jika kamu meminjam uang kepada rentenir tidak ada jaminan hukum atau perlindungan hukum

Nah, dari tiga hal itu saja kamu sudah bisa melihat bukan, keuntungan meminjam uang di bank daripada di rentenir?

Shares

Powered by moviekillers.com