Pria Tua Beli Apel dengan Harga Mahal Dari Bocah. Alasannya?

Setiap orang berhak memilih untuk menjadi orang baik atau tidak? Tetapi alangkah akan baik dan bahagianya setiap orang ketika bisa hidup dengan jalan yang baik.

Orang akan merasakan hidup yang nyaman dan tenteram ketika mau untuk saling berbuat baik terhadap orang lain. Apalagi pada orang yang sedang mengalami kesulitan.

Bantuan dari kita tentu akan sangat membantu orang yang kesusahan tersebut. Seperti yang dialami oleh pria tua yang mendadak viral di berbagai sosial media ini.

Singkat cerita , dirinya mau untuk membeli buah apel dengan harga yang mahal dari seorang bocah berusia 9 tahun lantaran alasan yang dilontarkan oleh sang gadis kecil tersebut.

Apa kira-kira alasannya?

Seornag bocah yang diketahui bernama Mia ini ternyata mengalami kehidupan yang sungguh menyedihkan dan memprihatinkan.

Ayahnya meninggal usai terjatuh dari atas tebing ketika berusaha untuk mencari tanaman herbal yang bisa dijual untuk menghidupi dirinya dan keluarganya.

Kala itu, Mia masih berusia 5 tahun dan masih begitu keciil untuk memahami semua yang terjadi dalam hidupnya tersebut.

Sejak saat itulah, ia hanya tinggal bersama dengan sang ibu dan juga adiknya. Meski begitu, Mia dan keluarganya masih sanggup bertahan hidup dari hasil berjualan buah apel.

Beruntungnya, keluarga Mia masih memiliki kebun apel yang terus berbuah sehingga biasa ia jual untuk mendapatkan uang demi bisa memenuhi kehidupan hidup.

Setiap harinya, Mia membantu sang ibu untuk memetik dan mengumpulkan apel-apel dari kebunnya agar bisa dijual ke pasar.

Namun, ketika sang ibu sakit semua perekonomian keluarga Mia menjadi terpuruk.

Mia yang berusia 9 tahun kemudian menjadi tulang punggung keluarga.

Mia harus bekerja menjual apel di pasarSuatu hari Mia memanggil dokter untuk merawat ibunya.

Suatu hari Mia memanggil dokter untuk merawat ibunya yang sakit dan menjaga adiknya.

Sayangnya dokter tersebut mengatakan kepada Mia jika ibunya harus dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Klinik di desa mereka tidak dilengkapi dengan peralatan medis untuk merawat ibunya.

Namun, lokasi rumah sakit ada di kota.

Biaya untuk pengobatan ibunya pun juga menghabiskan 4 ribu dolar.

Ibu Mia telah menerima takdir jika tidak akan pernah bisa sampai ke rumah sakit.

Sang ibu bahkan sampai mengatakan kepada Mia rela untuk mati saja daripada menjadi beban untuk kelarganya yang sudah kesulitan itu.

Mia pun menenangkan sang ibu dengan berjanji akan mencari banyak uang agar bisa membawa ibunya ke rumah sakit dan bisa dirawat dengan baik disana.

Selama beberapa waktu Mia memikirkan cara agar bisa mendapatkan uang yang banyak demi bisa membawa ibunya ke rumah sakit.

Mia mendapatkan ide untuk menjual semua apel yang ada diperkebunan dengan harga 9 dolar tiap kilogram.

“Apel seharga 9 dolar per kilogram” kata mia kepada orang-orang.

Orang-orang pun terkejut mendengar harga apel yang dijual oleh Mia.

Mereka menganggap harga tersebut terlalu mahal.

Pasalnya, harga apel di pasaran hanya 1,5 dolar per kilogram.

“Sayang, apel yang kamu jual terlalu mahal. Tidak ada yang akan beli jika kamu jual 9 dolar per kilogram,” kata seorang wanita tua.

“Saya tidak bisa menjual apel ini dengan harga murah. Saya sudah menghitung semuanya, jika saya tidak menjual apel dengan harga mahal, saya tidak bisa mendapatkan uang untuk membawa ibu saya ke rumah sakit,” kata Mia.

Hingga hari ketiga hari Mia belum bisa menjual apelnya dan ia mulai khawatir.

Pada hari keempat, seorang pria tua mampir ke kios Mia dan bertanya harga apel.

“Berapa hara apel ini” tanya pria tua itu.

Mia pun ragu memberi tahu harga apel yang ia jual.

Mia takut kalau pria itu menganggap harganya terlalu mahal dibandingkan dengan buah lainnya.

Namun, Mia tetap memberi tahu harga apel yang ia jual.

“Apel ini harganya 9 dolar per kilogram,” kata Mia pelan.

“Apel jenis apa ini, mengapa mahal sekali” kata pria tua.

Pria itu memerhatikan Mia dan juga apel-apelnya.

“Ini apel biasa. Mengapa dijual dengan harga sangat mahal?” tanya pria tua.

“Maaf, saya tidak bisa menjual dengan harga murah. Saya sudah menghitung semuanya dan saya harus menjualnya dengan harga mahal,” kata Mia.

Harapan Mia sudah hancur melihat bagaimana pria tua itu bertanya kepadanya.

“Menarik. Bagaimana kamu menghitung harganya?” tanya pria tua.

Mia kemudian memberi tahu kepada pria tua mengapa menjual apel dengan harga mahal.

Pria tua itu kemudian bertanya kepada seorang wanita tua yang berjual buah pir di sebelah kios Mia.

“Benarkah apa yang baru saja dia katakan kepada saya?” tanya pria tua.

Wanita tua yang mengetahui cerita Mia tidak bisa menahan air matanya.

“Memang benar. Anak itu berusia 9 tahun dan hidup tidak beruntung. Dia adalah tulang punggung keluarga. Jika anda tidak ingin membeli apelnya tinggalkan dia, jangan marahi dia,” kata wanita tua.

Pria itu pun tertegun mendengar kata-kata wanita tua dan melirik ke Mia.

“Berapa banyak lagi apel yang kamu punya di rumah. Apakah kamu keberatan jika saya melihatnya,” tanya pria tua.

Mia terkejut dengan permintaan pria tua dan segera membawanya ke rumah.

Ketika sampai di rumah, pria tua itu melihat ibu Mia sedang terbaring sakit.

Pria tua itu pun yakin jika Mia tidak berbohong dan membeli semua apelnya seharga 9 dolar per kilogram.

“Sayang, saya tahu apel Anda hanya berharga 1,5 per kilogram, ambil 7,5 dolar sisanya sebagai hadiah untuk kamu karena telah menjadi anak yang baik,” kata pria tua.

“Bawa ibu kamu ke rumah sakit dan jika kamu membutuhkan pertolongan saya, jangan ragu untuk menghubungi saya,” kata pria tua itu kepada Mia sambil memberikan kartu namanya.

Dengan uang itu, Mia akhirnya harus mengirim ibunya ke rumah sakit.

Beruntung, penyakit ibunya bisa diobati.

Perlahan, kesehatan ibu Mia pun pulih.

Mia yang sangat bersyukur dan bahagia saat ibunya sembuh dari sakitnya.

Wah, coba semua orang sebaik ini ya ketika menolong orang lain. Salut banget kan?

 

Shares

Powered by moviekillers.com