Pasangan Kekasih yang Salah Grebeg Ini Akhirnya SAH

Main hakim sendiri memang merupakan hal yang tidak dibenarkan baik oleh agama, masyarakat, maupun hukum negara. Namun, masih ada saja yang nekat melakukan aksi main hakim sendiri meski belum tahu kebenaran dari hal yang dituduhkan tersebut.

Alhasil, justru orang yang diduga menjadi tersangka pun justru malah menjadi korban atas kesalahan yang sama sekali tidak diperbuatnya. Hal inilah yang membuat tindakan main hakim sendiri tidak dibenarkan sampai kapanpun, karena dinilai dapat membuat prasangka yang belum terbukti kebenarannya.

Contohnya, pasangan yang digerebek dan diperlakukan dengan sangat-sangat sadis beberapa waktu yang lalu. Simak kisahnya sekarang.

Pasangan kekasih yang menjadi korban persekusi sejumlah warga di Kampung Kadu, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang beberapa waktu yang lalu akhirnya resmi menjadi suami istri pada Selasa (21/11/2017).

Prosesi akad nikah yang difasilitasi Polresta Tangerang itu dilaksanakan di kediaman mempelai pria di Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Pelaksanaan akad nikah berlangsung sederhana guna menghormati psikologis kedua mempelai dan keluarga.

Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif menerangkan, rencana melangsungkan pernikahan sudah direncanakan sebelumnya oleh kedua mempelai.

Polresta Tangerang, hanya memfasilitasi akad nikah itu.

“Mereka dinikahkan secara agama dulu. Kami akan bantu juga agar pernikahan mereka tercatatkan di administrasi negara,” ujar Sabilul dalam keterangannya kepada Warta Kota, Rabu (22/11/2017).

Ia menambahkan difasilitasinya akad nikah oleh Polresta Tangerang merupakan bagian dari trauma healing untuk keduanya.

Kasus persekusi sendiri masih terus diselidiki termasuk mengejar pelaku pengunggah video ke media sosial yang menjadi viral.

“Prosesi akad nikah adalah momen yang sakral, untuk itu kita berusaha agar kekhidmatannya tidak terganggu. Tentu secara psikologi keduanya masih trauma, kita berharap setelah akad nikah akan turut meringankan beban psikis mereka,” ucapnya.

Sabilul berjanji akan terus mengusut kasus persekusi itu hingga tuntas.

Ia juga menegaskan, kasus tersebut harus dijadikan pelajaran agar peristiwa serupa tidak terulang.

Ke depan, lanjut Kapolres, pendidikan hukum (law education) untuk masyarakat akan digencarkan agar peristiwa main hakim sendiri tidak terjadi lagi.

“Saya mengimbau agar masyarakat mengdepankan hukum. Jangan sampai kejadian yang merusak kehormatan sebagai manusia terjadi lagi. Dan polisi memastikan akan menindak tegas para pelaku main hakim sendiri,” kata Sabilul.

Turut hadir dalam akad nikah itu keluarga kedua mempelai, Kabag Sumda Polresta Tangerang Kompol Sumantri yang mewakili Kapolresta Tangerang dan perwakilan Bhayangkari cabang Kota Tangerang.

Bertindak sebagai wali nikah adalah kakak kandung mempelai wanita dan khotbah nikah dibacakan Ustad Jamaludin yang merupakan PNS bagian bimbingan mental Polresta Tangerang.

Tak Ada Perbuatan Asusila

Kapolres Kabupaten Tangerang AKBP Sabilul Alif memastikan R dan MA tak berbuat mesum.

Kedua pasangan tersebut merupakan korban penganiayaan lantaran dituding berbuat mesum oleh sekelompok orang di Cikupa, Kabupaten Tangerang.

“Yang bersangkutan tidak berbuat mesum dan memang yang bersangkutan adalah pacaran dan akan segera menikah,” ujar Sabilul dalam akun Instagramnya, @m.sabilul_alif, Selasa (14/11/2017).

Sabilul menyanyangkan tindakan yang dilakukan sejumlah orang terhadap pasangan kekasih itu. Dia mengatakan, siapa pun tidak boleh main hakim sendiri.

“Ini adalah langkah pro aktif dari kepolisian untuk memastikan tidak ada orang yang dapat melakukan tindakan kesewenang-wenangan atau tindakan melanggar hukum dalam hal ini persekusi,” kata Sabilul.

Dalam kasus ini polisi telah menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka adalah G, T, A, I, S dan N.

Mereka terancam dijerat pasal 170 KUHP tentang penganiayaan juncto pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Polres Tangerang menetapkan Ketua RT berinisial T di Kampung Kadu, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, resmi ditetapkan tersangka. T diketahui terlibat langsung dalam aksi mengarak dan aksi persekusi terhadap pasangan yang dituduh warga berbuat mesum di lingkungannya.

Kapolres Kabupaten Tangerang AKBP Sabilul Alif mengatakan, T berperan sebagai pendobrak pintu kontrakan saat R dan M tengah berada di dalam.

“T adalah yang pertama mendobrak pintu. Dan langsung pertama kali dia melakukan penggerebekan. Dan dia yang sempat memobilisasi masa,” kata Sabilul melalui akun facebook pribadinya saat memberikan keterangan pers, Selasa (14/11/2017).

Nah, inilah akibat jika bertindak gegabah dengan main hakim sendiri. Hal ini tentu sangat merugikan korban yang awalnya diduga sebagai tersangka pelaku mesum. Namun, justru malah salah dugaan padahal sudah terlanjur bertindak gegabah.

Jangan main hakim sendiri dan bertindaklah bijak dalam menyikapi segala sesuatu.

 

Shares

Powered by moviekillers.com