Pakaiannya Dikritik Dosen, Wanita Ini Nekat Buka Baju dan Celana

Kritikan seharusnya dijadikan sebagai hal yang membangun diri dan karakter seseorang. Akan tetapi, terkadang cara mengkritik seseorang bisa saja disalahartikan oleh seseorang hingga bisa menimbulkan kesalahpahaman oleh orang lain.

Akan tetapi, ada baiknya jika kita juga bisa lebih dewasa dan bisa mencerna apa yang dikatakan oleh orang lain secara lebih positif.

Pikiran positif akan menjauhkan dirimu dari sikap arogan dan juga negatif lho. Sebaliknya, pikiran negatif bisa membuat dirimu menjadi lepas kendali dan melakukan hal-hal yang tak masuk akal.

Sebut saja seorang mahasiswi yang mendadak belakangan ini sering menjadi perbincangan publik.

Bagaimana tidak, jika dirinya justru melakukan hal yang di luar logika hanya karena dikritik oleh sang dosen.

Kritikan dari sang dosen tersebut rupanya terkait dengan pakaian yang dikenakan oleh sang mahasiswi ketika hendak memaparkan tugas akhir tesisnya.

Alih-alih menerima kritikan tersebut, sang mahasiswi justru emosi dan langsung berbuat hal di luar dugaan.

Siapakah sosok wanita ini?

Rupanya gadis cantik yang viral ini merupakan salah satu mahasiswi tingkat akhir di Cornell University, New York.

Ia nekat melakukan aksi gila sesaat setelah mendapatkan kritik pedas terkait dengan pakaiannya.

Kritikan tersebut disampaikan oleh sang dosen yang sepertinya hendak menguji tugas akhir tesis miliknya.

Pakaian yang disoroti oleh sang dosen adalah celana pendek yang dikenakan oleh sang mahasiswi.

Dosen tersebut menilai bahwa celana pendek yang dikenakannya memiliki ukuran yang terlalu pendek.

Letitia Chai adalah mahasiswi yang ramai diperbincangkan tersebut.

Tak disangka, karena tak terima atas kritikan pedas tersebut. Chai kemudian membuka pakaian dan celanannya di hadapan dosennya dan juga teman-temannya tersebut.

Hal ini berlangsung selama Chai memaparkan presentasi tugas akhir miliknya.

Usai heboh pemberitaan atas dirinya. Ia pun langsung mengunggah kronologi kejadian tersebut bisa terjadi di akun Facebokk pribadinya.

Berikut isinya:

“Hal pertama yang dikatakan profesor itu kepada saya adalah: Apakah kamu serius memakai celana itu? Celanamu terlalu pendek.”

“Profesor mulai memberi tahu saya, di depan seluruh kelas saya, bahwa saya mengundang tatapan laki-laki, membuat mereka tidak fokus dengan isi presentasi saya.”

“Dia mengatakan bahwa saya membuat pernyataan lewat pakaian saya.”

“Saya mengatakan kepadanya bahwa saya yakin tidak akan mengubah pernyataan saya untuk membuatnya atau orang lain merasa lebih nyaman.”

Rupanya, usut punya usut Chai ingin memantapkan dan mempertegas prinsip feminisme dalam dirinya.

Tak perlu menunggu lama, unggahan Chai tersebut langsung viral.

Untuk memberi klarifikasi, Rebekah Maggor mengatakan:

“Saya tidak memberi tahu murid-murid saya apa yang harus dikenakan, juga tidak saya menjelaskan mengenai pakaian yang tepat untuk mereka pakai.”

“Saya meminta mereka untuk merenung sendiri dan membuat keputusan sendiri.”

Teman-teman Chai mengatakan bahwa komentar Maggor memiliki ‘kesalahan dalam mengutarakan’ poinnya.

Mereka menyoroti ‘pentingnya profesionalisme ketika berbicara di depan umum.’

Mereka juga mengatakan bahwa profesor itu meminta maaf berulang kali untuk komentarnya dan mengakui bahwa ‘penilaiannya’ pada celana pendek wanita itu mengandung banyak muatan budaya dan politik.

Reaksi media sosial sangat beragam.

Beberapa netizen memuji Chai atas keputusannya untuk melepaskan pakaiannya.

Sementara itu, warganet yang lain melihatnya sebagai sifat ‘kekanak-kanakan’.

Seseorang menulis:

“Benar-benar payah, kekanak-kanakan, dan egois.”

“Tidak ada yang perlu melihat tubuhnya.”

 

Yang lain berkata:

“Ini adalah kemerosotan budaya. Ini adalah taktik yang sering digunakan untuk mencari perhatian.”

Ada juga yang berkomentar:

“Apakah ini di sekolah menengah atau perguruan tinggi?”

“Mereka seharusnya ditangkap karena bertindak tidak sopan.”

“Beberapa orang akan melakukan apa pun demi mencari perhatian!”

Di sisi lain, masih ada netizen yang mencoba membela Chai:

“Saya setuju dengan pendapat wanita ini.”

“Dia berdiri dan menyatakan bahwa dia lebih dari pakaiannya.”

“Kita semua manusia. Kita semua setara. Jika proses berpikir orang-orang masih seperti ini, mereka tidak akan maju.”

Menurutmu sendiri, apakah yang dilakukan Chai merupakan hal yang sudah tepat untuk dilakukan? Atau kamu setuju dengan pendapat sebagian orang bahwa hal tersebut kekanak-kanakan?

Semoga lain kali ketika bertutur kata dan bertingkah laku bisa jauh lebih dipikirkan matang-matang kembali ya?

 

 

 

Shares

Powered by moviekillers.com