Nangis Saat Kelahiran Bayi, Rupanya Bukan Itu Alasan Utamanya

Hidup dalam naungan rumah tangga, tentu membuat kontak antara suami dan istri perlahan-lahan semakin erat. Apalagi, jika rumah tangga tersebut benar-benar dilandasi atas rasa cinta kasih yang kuat antara satu sama lain. Tak menutup kemungkinan bahwa keduanya begitu saling mencintai dan mau menunggah susah senang bersama-sama. Akan tetapi, hal ini terkadang membuat salah satu di antara keduanya melow ketika salah satu sedang dalam kondisi yang kurang baik.

Merasa tak kuasa menahan kesedihan ketika mendapati pasangan dalam kondisi kesehatan yang buruk, tentu membuat pasangan kita merasa sedih dan bahkan bisa menangis haru karena tak tahan melihat penderitaan pasangan bukan?

Hal inilah yang juga dirasakan oleh seorang suami yang mendapati bahwa istrinya berjuang mati-matian menahan rasa sakit yang dideritanya bahkan ketika masa-masa kehamilan. Sang istri yang susah payah menjalani masa kehamilan hingga akhirnya melahirkan ini membuat sang suami tak kuasa menahan tangisannya ketika melihat perjuangan sang istri melahirkan.

Ia bahkan menceritakan kisahnya tersebut hingga menjadi viral di berbagai sosial media.

Bagaimana kisah selengkapnya?

Kristie Perez, seorang fotografer mengabadikan moment kelahiran seorang wanita yang begitu mengharukan. Namun ada yang berbeda ketika moment kelahiran ini terjadi di depan matanya.

Ia menyadari ada yang berbeda dari si calon ibu.

Selama masa kehamilan, si calon ibu menderita Hyperemesis Gravidarum.

Kondisi itu membuatnya sering pusing, muntah-muntah, berat badan turun, dan gangguan elektrolit.

“Dia tak berdaya melihat istrinya muntah terus-terusan selama lebih dari 285 hari,” kata Kirstie.

“Dia menjadi saksi sang istri turun 13 kg dan tak bisa sehat karena penyakit yang dideritanya.”

Sang suami selalu ada di sampingnya, termasuk saat ia dirawat di rumah sakit 4 kali.

“Istrinya dirawat di rumah sakit empat kali karena dehidrasi selama masa kehamilan,” ungkap Kirstie.

“Ia harus makan di depan rumah karena aroma apapun bisa membuat istrinya mual.”

Saat tiba masa kehamilan, sang suami terus berada di samping sang istri.

Dari hasil foto-foto Kirstie, ada foto ketika sang suami menangis.

Kirstie pun berkata pada pria itu bahwa ia mengambil fotonya saat menangis melihat kelahiran sang anak.

Namun, yang mengejutkan, pria tersebut berkata bukan itu alasannya menangis. Ternyata, ada alasan lain yang lebih bisa membuat dirinya sampai menangis terharu ketika melihat sang istri melahirkan.

“Aku pun bingung dan bertanya apa maksudnya,” lanjut Kirstie.

“Matanya berkata-kata lagi dan berkata, ‘Ini pertama kalinya aku melihatnya tersenyum selama 10 bulan’.”

Ya, sang suami menangis karena melihat istrinya tersenyum setelah sakit selama hamil.

Kirstie Perez pun setuju bahwa dalam proses melahirkan tak semuanya berpusat pada bayi.

“Aku suka bayi, tapi aku selalu tim ibu,” katanya.

“Bagi para laki-laki, tolong mengerti betapa hebatnya rasa empati itu.”

“Untuk semua ibu yang mengalami trauma kehamilan dan masih bisa tersenyum…”

“Terima kasih banyak telah mengorbankan dirimu untuk membawa buah hati yang berharga ke dunia.”

“Itu tak ada tandingannya.”

Apa Sih yang Suami Harus Lakukan Ketika Persalinan Istri?

Mengambil cuti dan fokus menemani istri

Hasil gambar untuk suami temani istri melahirkan

https://www.vemale.com

Dalam Undang-undang Ketenagakerjaan, suami memiliki hak cuti ketika istri lahiran selama dua hari. Suami juga bisa menambahkanya menggunakan jatah cutimu yang lain. Cuti jadi keputusan yang sangat dibutuhkan karena peran suami siaga memang sangat dibutuhkan.

Mempersiapkan barang bawaan yang diperlukan

Hasil gambar untuk administrasi persalinan

https://www.e-novelty-navi.biz

Agar kamu paham letak barang-barang yang dibutuhkan, bantulah istri untuk mempersiapkannya jauh-jauh hari sebelum lahiran. Jadi pada saat hari H tiba kamu tidak perlu ribut mencari barang-barangnya.

Mengurus administrasi rumah sakit

Pastikan semua administrasi rumah sakit sudah diselesaikan sehingga tidak lagi ada beban saat istri melakukan persalinan. Kamu juga harus turut aktif berkonsultasi ke dokter tentang proses persalinan.

Mengelus kaki, punggung, dan tangan istri

Suami Sering Usap Perut Saat Hamil? Ini Manfaatnya!

https://mymilk.com

Saat hamil sampai proses akan melahirkan, istri biasanya merasakan sakit di punggung. Mengelus punggungnya akan sedikit meringankan rasa sakit itu. Begitu pula dengan tangan dan kaki yang biasanya terasa pegal saat akan melahirkan.

Nah, dari cara-cara sederhana itu kamu bisa mendukung sang istri ketika memasuki mas apersalinan. Dirinya akan merasa jauh lebih tenang ketika kamu dengan senang hati berada di sampingnya untuk menghadapi masa persalinan.

 

 

 

Shares

Powered by moviekillers.com