Motif Sesungguhnya Dibalik Keluarga Bom Bunuh Diri di GKI Surabaya

Masih hangat membekas kisah-kisah insiden pengeboman yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Ya, Indonesia memang akhir-akhir ini marak terjadi aksi pengeboman yang menyebabkan sejumlah orang menjadi kehilangan nyawa.

Aksi bom bunuh diri, agaknya kini semakin marak dan membuat banyak masyarakat merasa was-was dibuatnya.

Banyak para pelaku yang beberapa di antaranya beragama Islam, justru menjadikan aksi ini sebagai jalan jihad yang diyakini akan membawanya ke surga Allah SWT.

Padahal, sudah dinyatakan bahwa membunuh adalah perbuatan yang keji dan dosa besar.

Akan tetapi, keyakinan atas nama jihad agaknya membawa sejumlah orang ini nekat untuk melancarkan aksi bom bunuh diri.

Usai aksi bom bunuh diri yang telah terjadi di sejumlah titik wilayah Indonesia. Kini, giliran wilayah Surabaya yang terdampak dari aksi bom bunuh diri yang terjadi pada (13/05) kemarin.

Bagaimanakah insiden bom bunuh diri yang ternyata melibatkan satu keluarga ini?

Publik sama sekali tak menyangka, ketika mendapati sosok dibalik dalam bom bunuh diri yang terjadi di tiga titik gereja Surabaya merupakan anggota keluarga.

Pihak kepolisian sendiri telah menemukan identitas dari pelaku pengeboman dalam rangka bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja tersebut.

Dita Supriyanto bersama dengan sang istri yang diketahui bernama Puji Kuswati dan keempat orang anaknya tewas dalam aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh keenam orang tersebut.

Satu keluarga ini dinyatakan merupakan warga dari Rungkut Wonorejo, Surabaya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari pihak kepolisian menyatakan bahwa dua orang anak lelaki dari pasangan Dita Supriyanto dan Puji Kuswati yang melakukan aksi di Gereja Santa Maria Tak Bercela, masing-masing berusia 16 dan 18 tahun.

Berikut dijabarkan mengenai identitas para pelaku bom bunuh diri di Surabaya, antara lain sebagai berikut.

Dita Oepriarto (47)

Puji Kuswati (43)

Yusuf Fadhil (18)

Firman Halim (16)

Fadhila Sari, lahir (12)

Famela Rizqita, lahir (9)

 

Dalam kesehariannya, keluarga ini dikenal tertutup dan jarang bergaul dengan tetangga sekitar.

Mereka yang tinggal di Wisma Indah Jalan Wonorejo Asri XI Blok K Nomor 22 ini memang dikenal tertutup.

meski begitu, di media sosial, istri dari Dita dikenal cukup aktif mengunggah foto-foto anak mereka, setidaknya pada 2 tahun lalu.

Sebuah akun yang diduga milik Puji Kuswati ini kerap mengunggah foto-foto terutama anak bungsunya, Famela Rizqita.

Ia terakhir mengunggah di akun Facebook-nya pada 2014 lalu.

Ditilik dari rekam jejak di beranda Facebook-nya, Puji juga pernah menulis beberapa status soal kehidupannya.

Terlebih, ia sering menuliskan status soal nasihat berbau islami, dan membahas soal kehidupan setelah kematian.

Berikut ini beberapa cuplikan mengenai unggahan yang ada di Facebook pribadi milik Puji Kuswati.

“Kesulitan di dunia tidak ada apa apanya dibandingkan kesulitan di negeri akherat. Yang memudahkan kita adalah kedekatan kita dengan ALLAH.”

“Selalu mengigat ALLAH dan hari esok harus lebih baik. itulah moto bujang kecilku. Smg ALLAH menguatkanmu nak…”

“Banyak orang baik tapi kebaikanya hanya untuk dirinya sendiri bukan untuk ALLAH”

“Tidak diciptakan dua hati dalam satu wadah. Dan telah ditetapkan bahwa konsumsi hati adalah nilai nilai kebenaran dari ALLAH, jadi jika hati(qolbu) diberikan konsumsi selain nilai nilai kebenaran dr ALLAH maka ia akan bocor, tergoncang dan akhirnya rusak. Raih cinta dari ALLAH dg memberi konsumsi qolbu yg benar.”

Setiap orang tentu terkadang di titik terberatnya, dapat memutuskan hal-hal yang di luar akal sehat. Seperti halnya keinginan untuk mengakhiri hidup atau bunuh diri. Ada beberapa cara untuk mengatasi keinginan seseorang dalam upaya bunuh dirinya, antara lain sebagai berikut.

Jadilah rekan bicara yang baik

Ketika seseorang sedang berada pada masa sulit, maka disinilah kita untuk memberikan perhatian kepadanya, dengan menjadi rekan bicara yang baik untuknya.

Kamu dapat bertanya tenang kondisi perasaannya, kemudian dengarkan setiap perkataannya dengan baik dan sabar.

Seseorang yang menghaapi masa sulit dan berputus asa, maka akan merasa lebih tenang dan bahagia ketika memperoleh rekan bicara yang peduli.

Jauhkan barang-barang berbahaya

Untuk orang dekat, usahakan sebisa mungkin menjauhkan benda-benda tajam di rumah dari jangkauannya, yang bisa digunakannya untuk bunuh diri.

Benda-benda yang perlu dijauhkan seperti pisau, silet, gunting, garpu dan semacamnya.

Demikian juga, sipan jauh-jauh obat-obatan dan cairan yang mengandung racun.

Selalu memberikan semangat

Jangan pernah lelah untuk memberikan semangat, katakan hal-hal yang bagus dan memotivasi, berikan motivasi yang intinya bahwa dirinya dapat dengan mudah mengatasi masalah yang dihadapi.

Kalau bisa sekalian memberikan solusi nyata atas masalah yang dihadapinya, maka ini sangat bagus untuk mencegah orang bunuh diri.

Tanamkan pada benaknya hal-hal yang positif, sehingga dirinya dapat berubah menjadi seseorang yang dapat berpikir positif, yang dapat menyembuhkan masalah depresi.

Bagaimana menurut kalian?

 

 

Shares

Powered by moviekillers.com