Makin Marak Pernikahan Beda Generasi

Media sosial beberapa kali dihebohkan dengan pernikahan beda generasi yang akhir-akhir ini semakin kerap terjadi di berbagai daerah. Salah satunya yang terjadi  di Madiun, Jawa Timur beberapa waktu terakhir dengan adanya pernikahan antara seorang pemuda dengan janda yang memiliki selisih 43 tahun.

http://images.solopos.com/2017/03/1903-pemuda-nikahi-nenek-nenek.jpg

Pemuda tersebut adalah seorang jejaka bernama Rokhim yang berusia 24 tahun, pemuda warga Dusun Petung Desa/Kecamatan Gemarang, Madiun. Dia menikah dengan Tampi, seorang janda yang tidak memiliki anak dan berusia 67 tahun. Mereka melangsungkan pernikahan pada 16 Maret 2017.

Diketahui, Rokhim adalah seorang pemuda yang saat ini bekerja serabutan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya bersama keluarga barunya itu, dia mengerjakan segala macam pekerjaan yang dia bisa lakukan.

Di rumah yang terbilang tidak terlalu luas tersebut, nyatanya pasangan yang baru saja menikah ini justru tampak sangat mesra dengan sang isteri. Bahkan pasangan pengantin ini terlihat sedang menikmati sarapan berdua dengan saling menyuapi. Sesekali keromantisan pun tidak dapat disembunyikan dari keduanya.

Setelah ditanyai lebih lanjut. Rokhim dengan mantap menjelaskan alasannya menikahi Tampi, yang diketahui adalah seorang janda. Namun, Rokhim pun beralasan ingin membantu dan merasa kasihan pada wanita yang saat ini telah resmi menyandang status sebagai isterinya tersebut. Selain itu, dia kembali menegaskan bahwa kala itu tidak akan ada yang mampu menghentikan niatnya untuk menikahi sang isteri.

Rupanya, Tampi pun juga bekerja untuk membantu sang suami memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Profesi Tampi adalah seorang tukang pijat panggilan. Ketika ada tetangga sekampung atau luar kampung yang menghendaki dipijat olehnya dia pun mendatangi rumah-rumah pelanggannya untuk memijat. Ditanyai seputar perniakhannya pun, Tampi nampak senang dan bahagia karena saat ini memiliki sang suami yang bisa menjaganya.

Pernikahan yang awal mulanya direncanakan akan digelar pada 15 Maret 2017 ini terpaksa harus digelar mundur sehari dari waktu semula, yaitu pada tanggal 16 Maret 2017.

Meski sempat tertunda, jalannya pernikahan tetap sangat meriah dan dihadiri oleh banyak tamu dan para undangan, mulai dari kerabat, keluarga dari kedua mempelai, hingga warga sekitar, serta kenalan.

Awal Perkenalan Tampi dan Rokhim

Rokhim yang sebenarnya merupakan warga asli Nganjuk, selama bertahun-tahun yang bekerja di salah satu kebun milik Perhutani di hutan Gemarang, Madiun, Jawa Timur. Selama bertahun-tahun bekerja, Rokhim memilih untuk menetap dan tinggal di sekitar hutan Desa Gemarang daripada pulang kembali ke Nganjuk.

Awal cerita, setiap dia merasakan sakit, masuk angin, atau pegal-pegal setelah sibuk bekerja. Rokhim selalu datang ke rumah Tampi untuk meminta pijat badan. Tnapa disengaja, rumah Tampi tinggal tidaklah jauh dari hutan tempat ia bekerja dan jalan raya.

Berawal dari seringnya pijat ke janda tanpa anak itulah, akhirnya benih-benih cinta tumbuh di hati keduanya. Tiba-tiba saja, Rokhim menyatakan isi hatinya melalui adik kandung Tampi yang diketahui bernama Sri Utami.

Meski sempat dianggap sebagai sebuah candaan. Anehnya, Rokhim tetap berkali-kali mendesak kepada Sri Utami agar niatnya untuk hidup bersama kakaknya disampaikan kepada Tampi dan disetujui.

Sejak saat itulah, hubungan antara Rokhim dan Tampi terus berlanjut hinggaproses lamaran, ijab, dan resepsi. Keduanya pun nampak sangat bahagia dengan kehidupan baurnya sebagai seorang suami dan isteri.

Jika beberapa pernikahan biasanya dilatarbelakangi dengan keterpaksaan. Pasangan inilah yang patut kita contoh, karena dengan sendirinya mereka dapat dengan teguh menentukan jodoh dan melaksanakan pernikahan tanpa rasa ragu dan terpaksa Semoga saja pernikahan keduanya dapat berlangsung lama dan langgeng hingga akhir hayat. Selamat menempuh hidup baru, dan siapa tahu Tuhan menitipkan malaikat kecil pada rumah tangga keduanya.

 

Shares

Powered by moviekillers.com