Lebih Dekat dengan DJ Hijabers “Chika”

Profesi DJ (Disc Jokey) memang kerap kali dipandang sebelah mata oleh orang lain. Profesi ini dikaitkan dengan dunia malam yang bebas dan nakal, tidak jarang para wanita ataupun pria yang bekerja di dunia DJ ini dicap sebagai ornag yang berkelakuan kurang baik dan memiliki hobi hura-hura. Padahal belum tentu semua orang yang berprofesi  sebagai DJ memiliki perilaku yang sama, seperti yang dipikirkan oleh orang-orang umum.

Sejumlah foto dan video seorang perempuan berhijab terlihat sedang memainkan alat musik DJ yang baru-baru ini tersebar di media sosial. Pemandangan unik dan tak biasa itupun dengan cepat menjadi perbincangan banyak netizen.

Video Disk Jokey (DJ) wanita yang selain mengenakan hijab juga bercadar ini banyak menimbulkan kontroversi dan tersebar di media sosial dan youtube. Dari video tersebut banyak pro dan kontra akan penampilan DJ berhijab dan bercadar ini. Banyak yang mengkritik bahkan menghujat perempuan tersebut karena dinilai tidak pas satu sama lain.

Jika kebanyakan dari kamu masih berpandangan demikian. Maka, coba kamu lihat kisah gadis muda yang satu ini, beserta dengan profesi DJ-nya yang sudah lama dia geluti ini.

Ariska Wigatiningtyas, salah satu DJ wanita yang dalam kesehariannya mengenakan hijab ini. Selama menggeluti dunia DJ, gadis cantik ini sama sekali tidak mengenal yang namanya merokok, minum-minuman beralkohol, ataupun sampai menggunakan obat-obatan terlarang. Baik ketika dia sedang bekerja, maupun dalam kehidupan sehari-harinya.

Menurut gadis muda yang satu ini. Profesi DJ adalah merupakan profesi yang membutuhkan konsentrasi dan kontrol penuh. Untuk itupun, dia terus melatih kemampuannya memainkan alat-alat DJ-nya dan juga selalu disiplin dalam menjalankan pekerjaannya tersebut. Hal ini dilakukan agar dirinya tetap bisa terus berkarya dan menghasilkan karya-karya yang baik, serta disukai oleh banyak orang.

Meski berprofesi sebagai DJ, Chika juga tercatat sebagai salah satu mahasiswi semester 6 Jurusan Farmasi Universitas Setia Budi Solo. Kegiatan kemahasiswaan yang super padat dan sibuk inipun, ternyata tidak menghalangi hobinya untuk menghibur para penikmat musik DJ. Dia pun mengaku bahwa tidak sekalipun pernah menerima job manggung di klub malam ataupun diskotik. Ia pun tetap konsekuen dengan tetap mengenakan hijab, yang sejak kecil sudah mulai ia kenakan.

Ketertarikan Chika dalam menggeluti dunia DJ bermula dari ajakan seorang temannya. Tidak ingin belajar dengan setengah-setengah, gadis kelahiran Lampung 3 Oktober, 20 tahun lalu ini belajar nge-DJ langsung dari ahlinya di Yogyakarta. Hanya butuh waktu kurang lebih sebulan, Chika sudah mahir nge-DJ. Berbagai tawaran perform di sejumlah event pun berdatangan, namun dia tetap membatasi pada event-event di luar klub malam dan diskotik.

Meskipun bergelut di dunia DJ, kedua orangtuanya, pasangan Sukarno dan Eka Budi Winarni memberikan dukungan yang sangat penuh kepada sang putri. Asalkan tetap pada batasan-batasan tertentu, yakni tidak masuk dunia klub malam, serta tidak melupakan pendidikan formal yang dijalaninya saat ini. Karena menurut keduanya pendidikan jauh lebih penting dibandingkan apapun.

Terkait dengan obsesi ke depan, Chika tak hanya ingin sukses menjadi DJ, mengaransemen atau menciptakan musik dan lagu. Gadis yang mempunyai hobi kuliner dan jalan-jalan itu juga ingin sukses menjadi seorang music producer dan sukses dalam kariernya di bidang farmasi.

Chika menambahkan, dalam karirnya sebagai DJ, sebenarnya hanya untuk mengisi kekosongan waktu saat kuliah. Namun sejumlah event pernah diikuti, diantaranya FOSR (Automotive Show Down) di The Park Mall Solo Baru, Solo Youth Fest, Posion Market Carnival Yogyakarta, MSI Fest Yogyakarta, Fabriek Fikr dari Badan Kreatif Indonesia, karya salah satu profesor institute di Indonesia, Sardono W Kusumo, acara tahun baru dan beberapa agenda sekolah. Ia juga sering mengisi acara di Palur Plasa, Solo Paragon Hotel dan acara di beberapa kota lainnya.

Sayang, niat DJ Chika melakukan hobinya dengan berbusana tertutup menuai kontroversi dari netizen.

http://www.dailymoslem.com/wp-content/uploads/2017/03/DJ-bercadar.jpg

Hal itu terlihat dari tanggapan yang mereka tuliskan dalam kolom komentar sejumlah postingannya.

Nana Yoana Ya Allah,,,mba ini siapa sih?????? Punya maksud apa anda gaya kaya gini?

Novy Muthya semoga diberi hidayah.. jika tidak bertaubat karena sudah melecehkan hijab yang syar’i dan pakaian para shahabiyah.. maka dia sedang menunggu hukuman dari Allaah Ta’ala.

May Purnamasari She is crazy i think

Zahrotul Hayati Biar dibilang apa mbak? Kekinian ya? Tampil beda dari yang lain. Kesian anak kemakan zaman

Dita Indah Apalagi cadarnya cuma sekadar “KOSTUM”. Kostum loh.. buat kostum perform doang. Yang benerrrr ajaaaa kalo kayak gitu namanya MAINAN woy

Namun ada juga yang memberikan dukungan kepada DJ Chika.

Ayachan Nauljam jangan dimaki, jangan dibully. nesehatin aja baik-baik, dan doakan ^^

Anisa Garcia Kenapa banyak yang marah? Dia DJ khan untuk kerja dan musiknya bagus. Kok langsung semua menghakimi? Mending jadi DJ pake jilbab daripada orang-orang munafik!!

Winda Arianti Pendek pikiran untuk kalian semua yang komennya negatif dan berhubungan dengan agama!

Cukup banyak bukan? komentar-komentar pro dan kontra yang ditujukan untuk sang DJ yang satu ini. Semoga saja kita semua dapat berpikir bijak dan menyerahkannya pada sang DJ untuk melakukan hal yang dianggapnya sesuai. Karena, salah maupun tidak hanya Tuhan lah yang Maha mengetahuia.

 

Shares

Powered by moviekillers.com