Jelang Pilkada Serentak, SBY Kembali Hebohkan Netizen

Pilkada seharusnya bisa menjadi ajang untuk menyampaikan aspirasi dan dukungan kepada calon-calon dan wakil yang akan dipilih untuk menjadi pemimpin di daerah masing-masing. Moment inilah, yang juga dijadikan para masyarakat untuk menentukan calon pemimpin mana yang sesuai, amanah, dan dapat menjalankan tugas dengan baik.

Hari-hari terakhir ini pun, pilkada bagi calon Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2017-2019 sudah memasuki masa tenang. Seluruh aksi kampanye pun sudah dihentikan sejak beberapa hari yang lalu. Hal ini guna menyambut waktu pilkada yang sudah di depan mata.

Namun, meski pilkada hanya tinggal menghitung waktu saja. Nyatanya, ada saja hal-hal yang membuat publik tercengang. Lantaran persoalan Pilkada kembali menjadi bahan perdebatan. Kali ini, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menghebohkan netizen dengan postingannya yang kembali memicu perdebatan.

Jika kemarin mantan presiden ini menghebohkan netizen melalui akun media sosial twitter miliknya. Kali ini hal serupa pun dilakukan kembali dan memicu perdebatan publik. Melalui akun facebooknya, SBY mengunggah status, yang dianggap bersifat tendensius dan mengarah pada salah satu calon gubernur DKI Jakarta. Sontak, tidak sedikit masyarakat yang menyayangkan hal tersebut.

Tak sedikit netizen yang malah menyerang balik, mantan presiden sebelum Presiden Jokowi tersebut. Tuaian kritik pun membanjiri postingan status tersebut. Banyak yang akhirnya menjadi tidak respek lagi pada SBY, akibat postingan demi postingan yang terus membuat resah. Terlebih lagi, Agus Harimurti Yudhoyono juga turut serta dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta periode ini.

Hsl tersebut lah yang menambah geram para netizen, yang beranggapan bahwa SBY harusnya bisa lebih bijak dalam menjaga sikap dan berperilaku di media sosial maupun di publik. Namun nyatanya, meski seringkali menuai kritik pedas dari para netizen akibat postingan-postingan sebelumnya. Justru, SBY tidak banyak mempedulikan hal tersebut dan memilih untuk bersikap sesuai dengan sebelum-sebelumnya.

Hal ini terbukti, dari postingannya yang baru saja diunggah. Isinya adalah:

https://3.bp.blogspot.com/-UrrMltPWIfU/WJ_kfESriqI/AAAAAAAACc4/gAwvZO7z4v4aAYpYx_bBq6qRd64WIQeKQCLcB/s1600/MEMEM.jpg

“RAKYAT JAKARTA MEMILIH

Insya Allah, 15 Februari 2017 mendatang rakyat Jakarta akan kembali memilih Gubernurnya yang baru. Semoga kita semua dituntun oleh Allah Swt, Tuhan Yang Maha Kuasa, agar bisa memilih Gubernur yang terbaik.

Jika pilihan kita salah, Jakarta akan gagal menjadi kota yang lebih aman, lebih adil, lebih maju, lebih sejahtera, dan lebih bermartabat di masa depan”

Kita tentu akan memilih Gubernur yang amanah, jujur, cakap dan menyayangi rakyatnya. Gubernur yang tegas, adil, konsisten dan taat hukum serta undang-undang.

Gubernur yang bekerja untuk semua, baik kelas atas, kelas menengah maupun kelas bawah. Gubernur yang memikirkan semua warganya ~ yang kaya dan yang miskin, yang sudah maju dan yang belum maju.

Gubernur yang pandai menjaga perkataan dan tindakannya, agar tidak menggangu kebhinnekaan masyarakat Jakarta yang berbeda-beda dalam agama, etnis, suku bangsa dan asal daerahnya.

Gubernur yang tidak mengekang dan membatasi kegiatan umat Islam dalam peringatan hari-hari besar Islam, dan juga aktivitas agama yang lain.

Gubernur yang membikin teduhnya suasana sehingga Jakarta tidak terus berada dalam keadaan “gonjang-ganjing”, sehingga mengganggu ketenteraman dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Gubernur yang memiliki empati dan kasih sayang kepada rakyat yang masih miskin, serta bersedia membantu mereka guna meringankan beban hidupnya.

Juga Gubernur yang bisa memajukan perekonomian Jakarta, meningkatkan taraf hidup rakyat, dan mengurangi pengangguran agar saudara-saudara kita mendapatkan lapangan pekerjaan yang halal dengan penghasilan yang layak.

Gubernur yang bisa menggalakkan investasi dan bisnis, termasuk usaha mikro, kecil dan menengah.

Gubernur yang mampu melaksanakan pemerintahan yang baik dan birokrasi yang memberikan pelayanan terbaik bagi warganya. Gubernur yang memajukan pendidikan dan kesehatan masyarakat, agar anak-anak Jakarta makin pintar dan warganya semakin sehat.

Gubernur yang memiliki komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan guru, termasuk guru-guru agama, kesejahteraan pegawai dan karyawan Pemprov Jakarta.

Gubernur yang memikirkan dan membangun perumahan rakyat tanpa melakukan penggusuran sewenang-wenang. Gubernur yang memperhatikan nasib dan masa depan kaum perempuan dan anak-anak, serta kemudahan bagi para difabel.

Gubernur yang bisa mengatasi kemacetan, banjir, air bersih & air minum dan pengelolaan sampah dengan cara-cara yang lebih baik.

Juga Gubernur yang mampu menjaga keamanan Jakarta, sehingga kejahatan dan gangguan keamanan dapat diperangi dengan baik, termasuk kejahatan narkoba yang menghancurkan generasi bangsa.

Gubernur yang mampu memberdayakan RT & RW untuk memastikan semua warga di manapun mendapatkan pelayanan, kemudahan dan jaminan keamanan di lingkungannya.

Gubernur, yang setelah dilakukan pengkajian, berani menghentikan obyek-obyek reklamasi yang nyata-nyata merusak dan tidak memenuhi syarat, serta tidak memberikansolusibagi para nelayan dan warga yang kehilangan mata pencahariannya.

15 Februari 2017 akan menjadi hari yang bersejarah. Jika pilihan kita salah, kita akan “menderita” selama 5 tahun ke depan. Karenanya, jangan tergoda oleh iming-iming uang, yang hampir pasti itu uang haram, yang baik pemberi maupun penerimanya akan mendapatkan hukuman. Jangan mau diancam oleh siapapun, dan jika merasa diancam laporkan kepada Bawaslu dan pihak-pihak yang berwajib.

TNI, Polri & Badan Intelijen Negara (BIN) adalah milik negara, milik rakyat. Mereka harus netral, adil dan tidak berpihak. Awasi semuanya agar tidak membiarkan kecurangan berlangsung. Jangan rela suara masyarakat Jakarta dicuri, sehingga jika ada orang yang bukan penduduk Jakarta ikut memilih, baik dari luar Jakarta maupun dari negara lain (orang asing), lakukan pencegahan dan laporkan kepada Bawaslu dan pihak-pihak yang berwajib.

Marilah, sekali lagi, kita jadikan pilkada Jakarta ini sebagai wahana demokrasi yang baik. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak baik, yang merusak rasa keadilan dan hak-hak rakyat kita. Sebagai orang yang pernah memimpin negeri ini selama 10 tahun, saya tentu tidak ingin negara yang dengan segala jerih payah dan pengorbanan ini kita bangun, lantas dirusak oleh tangan-tangan yang serakah dan tidak bertanggung jawab. Kita semua tidak rela.

Semoga Allah Swt, Tuhan Yang Maha Kuasa, mengabulkan doa dan permohonan kita agar pilkada Jakarta ini benar-benar berjalan dengan aman, tertib dan lancar, serta jujur dan adil. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO,” tulis SBY di Facebook, Sabtu (11/2/2017).

Itulah, isi postingan yang menuai banyak kritik dari netizen. Bahkan, komentarnya pun mencapai 14000 komentar. Jadi, sekali lagi bijak-bijaklah dalam menggunakan media sosial Kamu, Jangan sampai salah dalam menggunakannya, dan menjadi boomerang bagi diri sendiri.

Shares

Powered by moviekillers.com