Inilah Kelakuan Bocah Kepada Ibu Tirinya, Mengagetkan

Seorang anak memang wajib berbakti dan menyayangi orang tua dengan sepenuh hati. Mau itu orang tua kandung atau tidak, seorang anak memang diwajibkan bersikap baik kepada para orang tuanya.

Ingat, surga di bawah telapak kaki ibu sehingga berbuat baik dan mengasihi orang tua terutama ibu adalah keutamaan yang harus dilakukan oleh sang anak kepada sosok ibu.

Inilah yang tengah dilakukan oleh seorang bocah 12 tahun yang berjuang demi hidupnya dan keluarganya, terutama sang ibu yang tengah mengalami sakit parah di rumah sakit.

Meskipun di daerah tempat tinggalnya yang berlokasi di Nanyang, Henan, China diperkirakan mencapai 43.5 derajat celcius dan kemungkinan tak akan ada yang betah berlama-lama di luar ruangan yang bersuhu eksrem tersebut.

Justru bocah laki-laki ini dengan sibuknya berjalan ke satu tong sampah ke tong sampah yang lain dan menyusuri jalan untuk mencari sampah yang dapat ia kumpulkan dan jual demi mendapatkan uang.

Setiap ada sampah yang dapat diambil dan dijual, sang bocah ini langsung memungut sampah tersebut tanpa rasa ragu sama sekali.

Diketahui, meski hari libur sekalipun di mana seharusnya anak-anak seusianya memilih untuk di rumah melakukan hobi kegemarannya atau beristirahat dan bermain bersama teman. Justru hal berbeda tampak dari kehidupan bocah pemungut sampah ini.

Dirinya terus bekerja keras tanpa kenal lelah dan sesekali terlihat senyuman di wajahnya.

Rupanya, usut punya usut sang anak rela bekerja seperti itu lantaran ingin membayar biaya rumah sakit sang ibu tiri yang begitu dicintainya dan sudah dianggap seperti ibu kandung baginya.

Meski penghasilan yang ia dapat sehari tak banyak dan masih jauh dari jumlah uang yang harus dibayarkan masih jauh dari kata cukup. Ia terus berusaha tanpa kenal lelah.

“Setengah hari mengumpulkan bahan daur ulang, saya bisa menghasilkan sekitar 2,50 Yuan.” katanya.

Anak laki-laki yang diketahui bernama Wangzhen ini sudah tinggal dengan ibu tirinya sejak usianya menginjak 2 tahun. Hal ini karena Wangzhen telah ditinggal oleh ibunya yang terlebih dahulu meninggal saat usianya 2 tahun tersebut.

Ayah Wangzhen, Wangman, sengaja memotong tangan kanannya saat sedang bekerja di lokasi konstruksi.

Sekarang, Wangman bekerja partime dan bayarannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Sembilan tahun lalu, nenek Wangzhen meninggal dunia.

Nenek Wangzhen meninggalkan hutang yang besar.

Alhasil, Wangzhen hanya bisa bergantung pada kakeknya.

Wangman pun akhirnya menikah dengan Liang Yingchun, sekaligus menjadi ibu tiri bagi Wangzhen.

Mereka bertiga hidup bahagia.

Sayangnya kebahagiaan mereka tak berlangsung lama.

“Bibi Liang (ibu tiri) memperlakukan saya dan kakek dengan baik.” kata Wangzhen.

Liang Yingchun menderita leukimia limfoblastik akut dan dirawat di rumah sakit.

Meski Yingchun hanyalah ibu tiri dari Wangzhen. Wangzhen tak memperlakukan Yingchun layaknya ibu tiri, melainkan diperlakukan sama seperti layaknya ibu kandungnya.

Setiap hari, Wangzhen menyempatkan waktu di sela-sela bekerja memungut sampah untuk mengunjungi ibunya yang tengah berjuang sembuh dari sakitnya tersebut.

Wangzhen pun selalu merawat ibunya dengan penuh perhatian. Hal ini terlihat dari perilaku Wangzhen yang menyuapi sang ibu yang sedang terbaring lemas di ranjang rumah sakit.

“Kali ini, dokter mengatakan jika penyakitnya tidak diobati, dia akan mati.” kata Wangzhen.

“Dia Adalah Ibuku” kata Wangzhen.

“Saya tidak tahan membiarkan dia meninggal, jadi saya akan mencari uang untuk merawatnya!” kata Wangzhen.

Rupanya kejadian tragis juga pernah menimpa Wangzhen yang cukup mengerikan jika diingat kembali oleh bocah penuh kasih bernama Wangzhen ini.

Pada Oktober 2014, Wangzhen mengalami kecelakaan mobil di jalan depan rumahnya. Kecelakaan tersebut pun meninggalkan bekas luka hingga kini. Diketahui, Wangzhen nyaris kehilangan kaki kanannya karena insiden tersebut.

Beruntung, Wangzhen pun tak sampai kehilangan kakinya karena kejadian kecelakaan tersebut.

Tips Menyenangkan Hati Ibu

Jika kamu ingin menunjukkan rasa kasihmu terhadap ibu, cobalah senangkan beliau dengan beberapa cara ini.

1. Dengarkan Cerita-Ceritanya

https://static.viva.co.id

Semakin bertambah usia wanita, terutama ibu, semakin sering dia menceritakan hal-hal yang kadang menurut kamu tidak penting. Mulai dari harga sembako naik, tetangga yang baru pergi ke negara lain dan sebagainya. Kadang kamu lebih ingin berbaring dan memejamkan mata ketika capek, namun luangkanlah sedikit waktu untuk mendengar cerita-ceritanya, karena kelak kamu pasti akan senang jika ada yang mendengar cerita-cerita kamu.

2. Katakan Bahwa Kamu Mencintainya

http://www.articlesofhealthcare.com

Ada yang bilang cinta tak perlu diungkapkan, cukup ditunjukkan dengan perbuatan. Tapi jika kamu mau mengatakannya, percayalah, tidak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang ibu. Maka selalu ucapkan kata-kata bahwa kamu mencintainya, jangan hanya pacar yang mendapatkan ucapan tersebut.

3. Pujilah Dia

https://www.shutterstock.com

Kamu suka dipuji? Setiap wanita memang senang dipuji, termasuk ibu kamu. Maka jangan terlalu cuek saat ibu kamu baru memasak menu baru atau membuatkan kamu kue, pujilah kue buatannya, walaupun mungkin kamu berpikir kue di toko sebelah lebih enak. Jika ibu kamu memakai baju atau tas baru, dan menurut kamu itu sangat cocok, beri juga pujian. Meskipun ibu kamu mengatakan “Aduh kami bisa aja,” tapi percayalah, ada kebahagiaan besar saat pujian itu datang dari putri kesayangannya.

 

Shares

Powered by moviekillers.com