Ibu Bowo Alpenliebe Sedih, Meski Anaknya Jadi Terkenal

Berkat kecanggihan sosial media, sekarang segala sesuatu yang menarik hampir dipastikan bisa dengan cepat dan mudahnya menjadi viral di berbagai kalangan. Bahkan, hal yang dianggap sebagian orang tidak penting pun juga dapat menjadi topik viral yang bisa dibahas dalam kurun waktu yang cukup lama. Hal inilah yang membuat banyak orang ingin menjadi terkenal atau viral dengan cara-cara yang instan dan bahkan tanpa mengandalkan prestasi yang dimiliknya.

Hanya karena sensasi semata, orang-orang dengan mudahnya wara-wiri di infotainment dan mengaku sebagai artis dadakan, Hal ini yang dirasa sungguh membuat dunia keartisan zaman now diserbu dengan para artis dadakan atau musiman yang nantinya dapat dengan mudah hilang ketika sudah tidak lagi menjadi perbincangan publik.

Sebut saja, seorang pendatang baru cilik yang namanya baru-baru ini menjadi perbincangan di jagat dunia maya. Y, Bowo Tik Tok atau yang kini lebih dikenal dengan nama Bowo Alpenliebe ini mendadak menjadi perbincangan publik lantaran wajah gantengnya yang begitu diidolakan para wanita ini. Kmeunculannya di aplikasi Tik Tok membuat banyak wanita yang menggandrungi sosok dirinya.

Tetapi, siapa sangka jika Bowo yang baru saja terkenal malah justru membuat sang ibu yang melahirkan dirinya merasa sangat sedih. Bahkan, meski terkenal sang ibu tak bisa menerima fakta bahwa banyak juga yang tak menyukai sosok Bowo yang terjun atas nama sensasi.

Pemilik nama asli Prabowo Mondardo itu ramai menjadi perbincangan publik tanah air usai dirinya melaksanakan Meet and Greet di Jakarta.

Bocah berusia 13 tahun tersebut medadak terkenal, memiliki banyak penggemar hingga pembenci atau yang kerap disebut hatters.

Usai bocah yang aktif menggunakan aplikasi Tik tok tersebut menggelar jumpa fans-nya, Bowo Alpenliebe pun kerap mendapat hujatan hingga ancaman dari para haters.

Hujatan dan ancaman yang didapatkan Bowo Alpenliebe nampaknya juga berdampak terhadap keluarga.

Satu di antaranya adalah sang Ibu. Tampak sang ibu menghadiri sebuah wawancara di salah satu program acara stasiun televisi dan membeberkan perasaan sesungguhnya yang dirasakan oleh sang ibu melihat anaknya sudah memiliki haters di usia muda.

“Sedih, karena banyak yang hujat,” cerita Ibunda Bowo Alpenliebe.

Saat mengungkapkan, kesedihannya, wanita itu tampak menangis.

Sang Ibu pun mengungkapkan kalau dirinya sampai keluar dari pekerjaannya.

Pasalnya, dirinya terus kepikiran dengan sang putra, Bowo Alpenliebe.

“Iya keluar, kan kerjanya dari pagi sampai sore,” ungkap sang Ibu.

“Gara-gara banyak hatersnya bowo yang banyak begini begitu. Saya kan kepikiran jadinya,” lanjutnya.

Menjadi anak yang paling kecil dalam keluaraga juga menjadi alasan sang Ibu keluar dari pekerjaannya.

“Anak saya kan kecil, karena Abang-abangnya kerja, Bapaknya kerja, saya kerja. Jadi ini yang ngawasin kaga ada. Akhirnya saya berhenti kerja,” jelas Ibunda Bowo Alpenliebe.

Sang Ibu juga mengaku sedih dan sangat menkhawatirkan Bowo.

Karena dirinya kerap membaca komentar berupa ancaman dari haters untuk sang anak.

“Jadi was-was kepikiran ke dia takut,” ucapnya.

“Sampai saya sedih, sampe saya nangis ya itu ngebullynya sampai keterlaluan. Sampai saya kepikiran kan. Sampe Bowo pengen dipukul lah, ada yang kata-kata nggak panteslah. nanti kalau gue ketemu lo, lo abis. Jadikan kitakan was-was nggak tenang,” tambahanya.

Padahal menurut sang Ibu, semuanya terjadi bukan karena salah Bowo.

Bowo Alpenliebe pun mengaku jarang dan takut keluar rumah usai kejadian yang menimpa dirinya.

“Takut, mamahkan nyuruh aku buat nggak kelauar rumah, karena takut. yaudah aku nurut aja daripada mamah sedih mulu,” kata Bowo Alpenliebe.

Setiap orang tak luput dari haters bukan? Bahkan, banyak juga orang yang tidak menyukai apa yang kita lakukan di sosmed misalnya. Jadi, bagaimana sih cara menghadapinya?

Kamu harus menerima, bahwa tidak semua orang menyukaimu.

Banyak orang yang entah naif atau terlalu narsis, sehingga berpikir bahwa dirinya adalah orang yang baik, pasti disenangi oleh semua orang. Perlu kamu ketahui, bahkan di dunia ini, tokoh-tokoh ternama bahkan legendaris saja, banyak haters-nya. Jadilah cerdas, dan pahami bahwa ini juga nilai-nilai dari keberagaman sosial, Bhinneka Tunggal Ika, kamu tidak perlu berharap semua orang menyukaimu dan kamu juga tidak harus menyukai semua orang. Yang paling penting adalah toleransi, di mana kamu menerima perbedaan setiap orang.

Hadapi (dan jangan hindari) orang yang tidak kamu sukai.

Tentu, telingamu akan panas mendengar ocehannya, gigimu akan terkatup rapat saat mereka menertawakan sesuatu, tetapi tidak ada yang salah kalau kamu tidak menyukai seseorang. Terutama dalam pekerjaan, justru lebih masalah apabila kamu bekerja dengan orang yang terlalu kamu sukai, dibandingkan bekerja dengan orang yang tidak kamu sukai.

Perlakukan mereka dengan sopan.

Hal ini berlaku untuk siapa saja, tidak penting bagaimana perasaanmu terhadap seseorang, siapapun akan bersikap sebagaimana kamu bersikap pada mereka. Bila kamu kasar pada mereka, mereka juga akan kasar pada mu. Jadi semuanya tergantung padamu, bagaimana kamu memutuskan untuk bersikap terhadap orang yang tidak kamu sukai.

Jangan terlalu berharap

Sering kali orang memiliki ekspektasi yang tidak realistis terhadap orang lain. Terkadang kita berharap orang lain untuk bertindak seperti kita atau berbicara seperti yang kita inginkan. Ini tidak realistis. Harapan-harapan seperti ini bisa membuatmu semakin kecewa dan frustasi.
Nah, kamu bisa mulai cuek dong dengan haters-haters yang kamu miliki. Tetapi, juga jangan kemudian membenci secara berlebihan. Kamu tahu lah cara memposisikan dirimu sendiri?

 

 

 

Shares

Powered by moviekillers.com