Hoax, Video Jambret Banting Wanita

Menanggapi sebuah berita yang beredar, tentunya juga harus memperhatikan sumber dan juga keaslian dari berita itu sendiri. Jangan sampai berita yang kamu baca dan kamu sebarkan ke orang lain adalah merupakan berita bohong semata.

Kecanggihan teknologi dan juga cepatnya akses setiap informasi yang masuk ke internet, tentu membuat banyak orang dengan mudahnya mengubah sebuah berita maupun foto, dan juga menyebarkannya dalam satu kali klik saja. Hanya membutuhkan handphone, PC, dan juga koneksi internet. Sebuah berita dengan cepatnya beredar luas ke masyarakat. Hal inilah yang terkadang membuat orang menjadi lalai dan lupa mencari tahu sumber berita dan juga keaslian berita tersebut

Akibatnya, tentu jika berita tersebut sampai salah dan merupakan berita bohong semata. Tentu akan meurgikan dong ya? Apalagi jika hal ini membuat kerusuhan di masyarakat dan juga kerancuan berita. Bisa-bisa malah justru menimbulkan fitnah dna juga kerugian bagi orang lain.

Oleh karena itu, setiap kamu membaca berita atau melihat postingan foto. Berpikirlah berulang kali dan coba cari tahu terlebih dahulu terkait berita tersebut. Barulah jika kamu sudah yakin tentang berita tersebut. Bolehlah untuk membagikannya ke orang lain, selama kamu anggap berita tersebut tidak akan merugikan orang lain dan menimbulkan kerusuhan atau kesalahpahaman.

Baru-baru ini, berkat kecanggihan dari teknologi masa kini. Ada sebuah video yang beredar ramai di sosial media dan menjadi viral lho. Namun diketahui, ternyata berita tersebut merupakan berita hoax atau berita palsu. Wah ini nih akibatnya jika tidak menelusuri lebih dulu, jadi salah share berita kan?

Beredarnya video yang sedang menunjukkan aksi seorang jambret yang dengan teganya merampas sebuah tas milik seorang wanita yang sedang menunggu angkutan umum di sebuah halte dengan begitu cepatnya beredar di sosial media.

Melalui kabar yang banyak beredar, ada seseorang yang menyebut bahwa aksi tersebut benar-benar terjadi di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD). Benarkah berita tersebut?

Video berdurasi singkat, hanya sekitar 13 detik itu tersebar di jejaring aplikasi WhatsApp. Disebutkan dalam pesan yang menyertai video itu, kemudian ada yang menyebut bahwa peristiwa itu terjadi di Casa De Parco, kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan. Ada pula yang hanya menyebutkan ‘terjadi di BSD’.

Dalam rekaman video singkat itu, diperlihatkan tampak seorang wanita yang tengah duduk di sebuah halte sambil memangku tas yang ia bawa saat itu. Tiba-tiba saja, nampak dua orang pria berbaju warna hijau dan mengenakan helm, kedua orang tersebut berhenti tepat di depan halte tersebut.

Melihat kedatangan dua pria itu, seorang wanita langsung berlari ke sebuah parkiran yang terletak di dekat halte. Di saat bersamaan, seorang pelaku yang membonceng langsung turun dari motor dan segera mengejar wanita tersebut. Di sisi lain, seorang wanita lainnya yang duduk di dekat korban, juga berlari karena ketakutan.

Upaya wanita yang pertama kali lari tersebut menghindari pelaku ternyata sia-sia. Pelaku berhasil menangkapnya dengan sangat sigap, seketika pelaku menghantamkan tubuh wanita itu ke sebuah mobil Suzuki X-Over warna putih.

Wanita itu melawan, akan tetapi tubuhnya langsung dibanting oleh pelaku hingga wanita tersebut terjatuh ke tanah dengan begitu kerasnya. Pelaku langsung merampas tas korban saat itu dan melarikan diri meninggalkan sang wanita yang tergeletak lemah tak berdaya tersebut.

Belum diketahui secara pasti mengenai kebenaran video tersebut, namun setelah melakukan penelusuran secara lebih lanjut. Kapolres Tangerang Selatan AKBP Fadli Widiyanto saat dikonfirmasi menegaskan bahwa video yang disebut-sebut terjadi di BSD, Tangsel itu adalah berita bohong alias hoax.

Selain itu, polisi juga menganalisa rekaman CCTV yang ada di lokasi kejadian tersebut. Polisi menemukan fakta-fakta dari rekaman video, salah satunya arus kendaraan motor pelaku di kanan jalan, di mana hal ini berbeda dengan di Indonesia yang menggunakan arus kiri.

Polisi juga mengamati gambar mobil warna putih yang ada di rekaman video tersebut. Diduga, mobil kejadian itu ada di luar negeri.

Selain itu, polisi juga melakukan pengecekan lokasi halte. Namun dari hasil penelusuran polisi, tidak ada halte di Casa De Parco, BSD yang serupa dengan di video tersebut.

Tidak hanya itu saja, polisi juga memintai keterangan dari satpam Casa De Parco, BSD untuk memastikan apakah pernah ada kejadian tersebut di situ.

Kesimpulannya, kejadian penjambretan tersebut dipastikan tidak terjadi di kawasan BSD. Informasi yang menyebut kejadian di video itu berada di BSD merupakan hoax.

 

Shares

Powered by moviekillers.com