Hoax or Fakta, Organ Kanker Dekati Emas dan Jauhi Bawang Putih

Semakin hari semakin ada-ada saja ya hal-hal viral yang terjadi dan di luar perkiraan. Semakin banyak hal unik dan lucu yang mendadak viral dan menyebar luas dimana-mana.

Lagi-lagi sosial media sangat berperan aktif untuk membagikan semua hal-hal viral tersebut ke seluruh dunia.

Salah satu hal unik yang baru-baru ini viral adalah video organ kanker dekati emas dan jauhi bawang putih.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, maka media sosial juga ikut berkembang.

Saat ini, segala macam informasi bisa kamu dapatkan lewat internet.

Mulai dari informasi ringan seputar gosip artis atau kejadian terkini, ramalan cuaca, hingga tips-tips kesehatan.

Namun, tidak semua informasi bisa dicerna secara mentah-mentah.

Kamu harus memasang filter dalam pikiranmu agar tidak termakan informasi hoax.

Tidak sedikit masyarakat yang tertipu informasi kurang jelas tersebut.

Bahkan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kenyataannya tersebut juga bisa menimbulkan konflik berkelanjutan.

Maka dari itu, jika ada informasi yang masih ambigu alias dipertanyakan keasliannya, jangan langsung ditelan bulat-bulat.

Seperti halnya video yang tengah viral di berbagai grup WhatsApp ini.

Di jagat maya tersebar video uji coba yang dilakukan oleh warganet terhadap sebuah elemen yang disebut-sebut sebagai kanker.

Dari video eksperimennya tersebut, terlihat seorang pria mendekatkan bawang putih kepada elemen hitam.

Reaksi elemen hitam tersebut justru menjauh dari bawang putih.

Kemudian, di kesempatan lain ia menaruh cincin emas di dekat elemen tersebut.

Namun kali ini reaksi elemen tersebut mendekati cincin emas.

“Potongan hasil operasi kanker, kanker itu hidup.

Didekatkan bawang putih, menjauh.

Didekatkan emas, mendekat.

Simak dengan baik.

Itu artinya kalau emas bisa memicu kanker apalagi kalau sudah menopause jangan terlalu sering pakai emas bisa memicu timbulnya alzhaimer.

Makanya laki-laki diusahakan jangan pakai emas karena laki-laki kan tidak haid kalau perempuan yang haid, zat besinya keluar bersama haidnya,” tulis salah seorang anggota grup WhatsApp yang mengirimkan video tersebut.

Benarkan elemen hitam tersebut merupakan potongan kanker?

Seorang pakar kesehatan bernama Dr. Sonar Soni Panegoro, SpB (K) Onk yang berasal dari Rumah Sakit Dharmais menyebut bahwa video potongan kanker yang bergerak-gerak ini merupakan kabar hoax.

Seperti yang dilansir Tribunnews dari doktersehat.com, sel apapun yang keluar dari tubuh manusia seharusnya akan mati.

Kecuali jika sel tersebut memang sengaja dibiakkan dalam media tertentu.

Itupun baru terlihat pertumbuhan setelah 2 atau 3 hari sehingga pergerakannya juga sangat lambat.

Berbeda elemen hitam yang ada di video tersebut.

Mengingat benda itu bergerak sangat cepat.

Menurut dr. Sonar, sel kanker yang hidup warnanya putih kelabu atau merah.

Penampakan sel kanker seperti gambar di bawah ini.

Sel Kanker

Banyak warganet yang beranggapan bahwa elemen hitam yang digunakan oleh si perekam adalah magnetic slime.

Maka tak heran apabila elemen tersebut justru mendekat saat ada emas di sekitarnya.

Sekali lagi, video tersebut merupakan hoax dan tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Tidak tahu juga apakah pernyataan tersebut merupakan fakta yang sebenarnya atau malah justru merupakan berita palsu. Para masyarakat pun cenderung dibuat tidak percaya lantaran belum ada kebenaran yang dapat membuktikan kebenaran dari hasil percobaan etrsebut.

Lagipula kita sebagai orang yang bijak dan berpendidikan, seharusnya bisa memilah mana berita yang benar dan yang mana berita yang tidak benar.

Jangan sampai kita termakan oleh berita bohong, kemudian langsung membaginya begitu saja kepada teman, kerabat, maupun orang lain secara sembarangan dan justru malah menebar kebohongan dan kerancuan pemikiraan dimana-mana.

Dengan adanya undang-undang yang mengatur mengenai penyebaran broadcast ke sosial media dan alat penyampai yang lain. Tentu kamu harus lebih jeli lagi dan tidak sembarangan ketika membagikan informasi ke siapapun.

Jangan sampai kamu malah dijerat kasus hukum hanya karena membagikan berita kebohongan semata. Salah-salah justru kamu yang akan dilaporkan ke pihak yang berwajib dan harus menanggung hukuman atas perbuatanmu membagikan berita tersebut.

Tetaplah menjadi pengguna sosial media yang baik dan bijaksana. Cari tahu setiap berita yang kamu dapat dan jangan kamu sebarkan jika tidak tahu kebenarannya.

Shares

Powered by moviekillers.com