Halo Selingkuhan Suami Saya

Perselingkuhan memang masih marak di berbagai daerah ya? Bahkan fenomena perselingkuhan yang seringkali dialami oleh kaum wanita ini pun, rasanya semakin marak di mana-mana. Malah saking banyaknya kasus perselingkuhan yang serupa. Para korban perselingkuhan, banyak yang kemudian meluapkan emosinya di sosial media.

Seperti cerita yang satu ini. Baru-baru ini tersebar berita dari seorang wanita yang menceritakan kisah perselingkuhan suaminya melalui salah satu akun sosial media yang dimilikinya. Lucunya ada satu kalimat yang membuat para netizen ramai memperbincangkan hal tersebut.

Di dalam tulisan yang berisikan tentang kisah perselingkuhan suaminya ini. Ada kalimat yang bertuliskan “Halo selingkuhan suami saya” sontak kalimat tersebut membuat netizen menjadi penasaran dan tertarik untuk mengetahui kisahnya.

Tulisan seorang blogger cantik tentang kisah seorang wanita yang sukses merebut suaminya dan bersleingkuh di belakangnya pun baru-baru ini sempat menyita perhatian netizen. “Halo Selingkuhan Suami Saya” begitu judul curhatan yang ditulis dan dipublikasikan oleh Ary Yogeswary.

Tulisan ini, sedikit banyak mengkisahkan kisah pilunya yang harus terpaksa merelakan sang suami untuk lepas dari pekukannya dan berbalik ke pangkuan wanita lain. Dia kemudian menjelaskan bahwa tulisannya ini tidak bertujuan untuk menghakimi si perempuan selingkuhan suaminya, melainkan hanya sekedar untuk mengingatkan bahwa perselingkuhan itu sangatlah kejam dan merugikan banyak pihak.

Dari kisah yang ia tulis, ada hal yang justru membuat netizen miris ketika membacanya. Hal ini adalah kisah atau kenangan Ary bersama sang suami yang dia tuliskan di dalam kisahnya tersebut. Ary bahkan dengan sangat teliti dan jelas menuliskan jumlah hari dan kenangan dalam bentuk angka. Belum lagi ungkapan bersama mantan suami adalah investasi waktu yang sukses dijebol si selingkuhan.

http://cdn2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/blogger_20170310_155343.jpg

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini tulisan kisah tentang perselingkuhan suaminya:

Halo Selingkuhan Suami Saya

Halo Mbak yang memacari suami saya, Nggak risih gitu Mbak?

Santai Mbak, saya nggak berusaha nge-judge Mbak kok, apalagi merebut kembali mantan suami saya. Dia boleh buat Mbak kok, saya rela. Saya menulis ini buat Mbak-mbak yang lain yang sedang atau berpikiran untuk memacari pasangan orang. Selingkuh itu mahal lho.

Buat saya yang diselingkuhi, kisah asmara kalian membuat saya rugi:

  • 1558 hari bersamanya. Ini jumlah hari saya bersama mantan suami, dari kami pertama bertemu sampai saat saya pergi dari rumah.
  • 216 weekend bersama-sama anaknya.  Ini kurang lebih jumlah weekend plus hari libur yang kami habiskan bersama anak-anaknya.
  • 5 hari ulang tahun, 4 hari natal, 5 hari Ayah, 3 Thanksgiving. 
  • Sekian banyak mainan, buku cerita, baju, tiket nonton/game, bentuk-bentuk hadiah atau hiburan lainnya untuk dia dan anak-anaknya.
  • Sekian banyak amarah, kesedihan, frustasi, tangisan yang saya alami, serta yang dia alami dan berusaha saya bantu tanggung.
  • Karir saya, karena saya berhenti kerja demi persiapan pindah untuk bersamanya.
  • Keluarga dan teman-teman saya, yang juga harus saya tinggalkan.
  • Umur saya, yang jelas nggak bertambah muda.

Pasangan saya adalah investasi saya untuk masa depan yang saya rawat dengan baik dan benar, dan Mbak dengan sukses menjebolnya. Bangga Mbak?

Iya, Mbak tahunya dari mantan suami saya bahwa saya tidak cinta lagi sama dia, bahwa hubungan kami sudah tidak terselamatkan, bahwa kami akan bercerai. Mbak jelas nggak tahu kalau:

  • Saat kalian bertemu, saya yang membelikan tiket pergi ke kota Mbak, karena saya takut dia sebagai orang asing ditipu di negara orang.
  • Saya sibuk dag, dig, dug berharap dia baik-baik saja karena jarang dengar kabar dari dia saat seminggu dia di kota Mbak, alasannya sih ga dapat sinyal.
  • Keluarga saya yang walaupun nggak mengerti kenapa dia pulang kampung tanpa saya tetap menyambutnya dengan hangat.
  • Saya mengirimkan bunga ke makam ibunya untuk Hari Ibu plus untuk Ibu-ibu anak-anaknya, saat dia asyik masyuk dengan Mbak di negara asal saya.
  • Sebelum dia pergi untuk liburan (baca: selingkuh)  dan sampai saya minta cerai, saya masih tinggal serumah dengannya, masih menjalankan hubungan suami isteri normal. Walaupun dia bilang ke Mbaknya saya hanya datang untuk minta “jatah”.
  • Setelah kalian berteman di Facebook (yang saya nggak tahu), saya masih: membawa dia kencan ke resto chui untuk merayakan hari jadi kami, menyiapkan kukis ulang tahun untuknya, sampai membelikan hadiah Hari Ayah untuk dia dan anaknya plus dinner seru lengkap dengan penari Samba. Yang hari Ayah ekstra spesial karena 3 hari sebelumnya saya menemukan bukti perselingkuhan kalian.

Kisah yang diunggah sejak beberapa hari yang lalu tersebut, telah mendapat banyak tanggapan dari netizen. Bahkan postingan tersebut telah dibaca sebanyak 21 ribu kali.

Bahkan dia juga sudah memberikan informasi bahwa selingkuhan suaminya telah meminta maaf. Tetapi yang namanya hati perempuan mungkin masih terlampau sakit untuk memaafkan perselingkuhan yang jelas terjadi di kehidupannya.

Semoga sang isteri korban perselingkuhan ini dapat melapangkan hati dan mengikhlaskan semuanya ya.

Shares

Powered by moviekillers.com