Gotong Royong Ala Indonesia Tersebar di Media Sosial

Indonesia memang terkenal dengan beragam kekayaan budaya, adat istiadat, suku, dan juga agama. Tidak heran jika setiap individual, setiap daerah, setiap kelompok, pasti memiliki perbedaan yang berbeda dengan yang lainnya. Namun, semboyan Bhinekka Tunggal Ika masih tetap menjadi pedoman di tengah perbedaan yang ada.

Selain itu, penduduk Indonesia juga terkenal dengan keramahan serta sikap saling menghormati yang diterapkan kepada siapa saja. Sehingga para turis mancanegara banyak yang memuji penduduk Indonesia yang ramah, ketika berunjung ke Negara Indonesia untuk berlibur atau melaksanakan pekerjaan di sini.

Budaya gotong royong yang dilakukan oleh beberapa orang asal Indonesia kepada para turis asing yang sedang mengalami musibah di Indonesia, membuat Indonesia dipuji bangsa lain karena keunikannya. Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengatakan pemuda sebagai agen masa depan bisa mengantarkan budaya asli negeri ini menguasai dunia.

Baru-baru ini, di sosial media, Indonesia juga menjadi trending topic karena aksi gotong royongnya membantu para turis mancanegara tersebar di dunia maya. Kisah gotong royong yang dilakukan oleh orang Indonesia tersebut diceritakan oleh salah seorang ayah turis asal Norwegia yang mengalami kehilangan uang karena dirampok di Indonesia.

Oystein Baadvisk, seorang musisi solois pemain alat musik Tuba yang terkenal di Norwegia yang menuliskan kisah tersebut melalui akun Facebook pribadinya pada Selasa pekan lalu.

Putri Oystein, kala itu sedang travelling ke Indonesia, Karin Baadsvik. Oystein menceritakan musibah tersebut tiba-tiba saja menimpa Karin, seluruh dompet, paspor, hingga laptopnya hilang karena dirampok.

“Saya punya kisah yang mungkin menyenangkan. Putri saya, Karin, kerampokan paspor, uang, kartu-kartu, dan komputer di Indonesia pada Jumat lalu,” demikian tulis Oystein di wall Facebook-nya.

Selanjutnya dia menceritakan bahwa putrinya menghadapi beberapa orang yang melakukan hal-hal buruk terhadapnya. Namun, setelahnya sang putri justru beruntung karena bertemu dengan orang -orang baik yang akhirnya membantunya.

“Pertama, dengan membawanya ke kantor polisi setempat,” jelas Oystein.

Karin lantas mengisi formulir kehilangan ditemani polisi yang sangat ramah dan membantu Karin. Setelah itu, orang yang mengantarnya ke kantor polisi tersebut lantas membawakannya makanan, juga mengajak ke rumahnya agar Karin bisa menginap untuk tidur sementara.

“Keesokan harinya, mereka membawa putriku manggung di sebuah kafe lokal. Para penontonnya urunan hingga terkumpul Rp 690 ribu untuk membantunya. Pemilik kafe membantu membelikan tiket ke Jakarta agar dia bisa mendapatkan paspor baru di Kedubes Norwegia,” jelasnya.

Setelah itu, teman-teman barunya, lanjut Oystein, menghubungi seseorang yang mereka kenal di Jakarta untuk membantu menyediakan penginapan dan mobil untuk transportasi ke Kedubes Norwegia.

“Terima kasih untuk kebaikan semua orang ini. Dia (Karin) sekarang punya paspor baru dan bisa menjalani rencananya lagi. Sisanya ditanggung oleh asuransi,” tulisnya.

“Terkait dengan Islamofobia yang sekarang berkembang, saya pikir sangat berharga menyebutkan orang-orang ini, seperti mayoritas di Indonesia, mereka muslim. Kebanyakan orang memang fantastik. Bagikanlah jika Anda ingin,” tandas Oystein.

Kisah yang dibagikan oleh Oystein inipun sudah dimuat di berbagai media di luar negeri. Namun Oystein tidak menuliskan atau menggambarkan secara jelas, di daerah mana putrinya mengalami aksi kejahatan tersebut.

Namun, dalam Facebook Karin, dia menuliskan perjalanannya dalam sebuah blog balitoberlinblog.wordpress.com. Karin baru mem-posting satu tulisan perjalanan berjudul ‘Through (blue) fire and smoke’. Dari tulisannya, Karin rupanya singgah di Bali dan kemudian mendapatkan ide pergi ke Kawah Ijen di Jawa Timur untuk melihat api biru dan warga yang mencari belerang.

Wah jika masyarakat luar negeri saja bisa membanggakan dan memuji sifat gotong royong yang dilakukan oleh warga Indonesia. Tentunya kita juga harus bisa lebih meningkatkan sifat gotong royong terhadap sesama. Selain itu, sifat beberapa anak muda yang menolong turis mancanegara asal Norwegia ini bisa menjadi contoh dan panutan bagi kita semua. Agar bisa melakukan hal yang serupa ketika melihat seseorang sedang dalam kesulitan.

Selain itu, semoga aja keamanan berkunjung bagi turis asing lebih diperketat lagi. Agar setiap turis mancanegara yang datang ke Indonesia dapat berkunjung dan menikmati indahnya Indonesia tanpa harus cemas akan menglaami tindak kejahatan seperti yang di alami oleh gadis asal Norwegia ini.

 

Shares

Powered by moviekillers.com