Diarak dan Dipaksa Mengaku Mesum, Ternyata Yang Terjadi Adalah Sebaliknya

Main hakim sendiri memang tidak dibenarkan. Hal ini tentu dapat merugikan orang lain, karena setiap orang memiliki cara pandang masing-masing. Bisa saja ketika kamu hendak main hakim sendiri, ternyata hal yang kamu duga tersebut bukanlah seperti apa yang kamu duga sesungguhnya.

Ketika kamu main hakim sendiri pun, salah-salah kamu malah justru bisa menjadi tersangka. Jika dugaan yang kamu tuduhkan tersebut tidak terbukti sama sekali.

Mungkin jika sudah menduga sesuatu hal yang buruk, alangkah baiknya jika kamu mencari tahu dan memberikan permasalahan tersebut kepada pihak yang berwajib. Bukannya malah main hakim sendiri.

Jika kamu tidak berhati-hati dan main hakim sendiri. Mungkin hal inilah yang akan menimpamu.

Jajaran Polresta Tangerang langsung mengamankan pelaku pengeroyokan yang videonya sempat menjadi viral di jagal media sosial.

Ada tiga orang yang diamankan terkait kasus tersebut.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kapolresta Tangerang, AKBP Sabilul Alif.

Ia menjelaskan insiden yang menghebohkan ini berlangsung pada Sabtu (11/11/2017) malam.

Peristiwa itu berawal saat warga sekitar melakukan penggerebekan di rumah kontrakan yang berlokasi, Kampung Kadu RT 07 / RW 03 Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Sejoli yang memadu kasih yakni RN (28) dan MA (20) digerebek oleh masyarakat setempat.

Kemudian dikeroyok hingga mengalami luka – luka.

Diduga berbuat mesum, keduanya bahkan dilucuti pakaiannya dan direkam sehingga menjadi viral.

“Kami sudah mengamankan tiga pelaku yang melakukan pengeroyokan itu,” ujar Sabilul kepada Warta Kota, Senin (13/11/2017).

Ketiga pelaku tersebut merupakan aktor intelektual terjadinya insiden ini.

Mereka di antaranya lelaki berinisial G, T, dan C.

“Ketiganya kami tangkap hari ini,” ucapnya.

Menurutnya, pihaknya tengah mendalami kasus tersebut. Beberapa saksi – saksi pun sudah dimintai keterangan.

“Untuk di balik motifnya masih kami kembangkan, yang jelas mereka sebagai provokatornya,” kata Sabilul.

Sabilul menyatakan jajarannya akan menindak tegas siapa pun pelaku penganiayaan .

Para pelaku sudah dibawa ke Mapolresta Tangerang guna proses penyelidikan lebih lanjut.

“Keadaan korban masih trauma dan sudah menjalani visum,” ungkapnya.

Ia menerangkan kedua korban tersebut memang memiliki hubungan yang spesial.

Mereka dalam waktu dekat ini akan segera menikah.

“Korban dikeroyok di kontrakan ceweknya. Mereka luka – luka dan masih dalam perawatan,” papar Sabilul.

Fakta Dibaliknya

Polisi terus menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap sepasang kekasih di Kampung Kadu RT 07 / RW 03 Sukamulya, Cikupa, Tangerang, Sabtu (11/11/2017) malam.

Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif mengatakan, pengusutan kasus bukan terhadap sepasang sejoli yang diduga berbuat mesum.

Sebab setelah diseliki penyidik, ternyata sepasang kekasih itu yakni RN (28) dan MA (20) tidak berbuat mesum.

“Karena bukan mesum yah. Kronologinya jam 10 pacarnya telepon minta dibelikan makanan setelah itu datang nasi bungkus pada saat pacaran ya. Yang perempuan dikontrakan makan, pacarnya di kamar mandi,” ujar Sabilul saat dikonfirmasi wartawan, Senin (13/11/2017).

Saat itu, juga sekumpulan massa melakukan penggerebekan.

Dalam posisi pintu kontrakan tidak tertutup.

Menurutnya, sepasang kekasih itu dipaksa untuk ngaku berbuat mesum.

“Dan dalam kondisi pakai baju dan setelah itu digerebek dipaksa ngaku, ‘kamu ngapain? kamu berbuat zinah’,” ujar Sabilul.

Pengeroyokan berlanjut.

RN, pasangan pria, dicekik lehernya.

Sedangkan, MA dibuka bajunya dan dipaksa ditelanjangi.

Karena itu, polisi mengamankan empat orang yang diduga melakukan pengeroyokan dan pelecehan seksual terhadap RN dan MA.

“Kemudian kita amankah tiga dan satu lagi jadi empat orang inisial G, T, dan A,” ujar Sabilul.

Nah, masihkah kamu akan berbuat main hakim sendiri?

Ini bahayanya jika kamu masih nekat untuk main hakim sendiri.

Diincar keluarga pelaku 

Ketika kamu main hakim sendiri, selain kamu akan diburu oleh polisi kamu juga akan diburu oleh keluarga dari pelaku yang kamu keroyok. Hal ini justru akan membuat kamu tidak nyaman.

Salah sasaran

Bukan berarti kamu menuduh seseorang itu memang benar adanya. Kadang kala orang bisa saja salah dan bukan tidak mungkin bahwa kamu bisa salah sasaran ketika main hakim sendiri.

Malah jadi korban 

Bukan tidak mungkin jika kamu malah menjadi sasaran dari korban yang hendak kamu hakimi. Jadi, senjata makan tuan dong ya?

Menguras tenga

Tentu main hakim sendiri membutuhkan energi yang ekstra dan justru kamu akan kelelahan dibuatnya.

Berdosa

Main hakim sendiri tidak dibenarkan di dalam agama apapun sehingga hati-hati saja dengan dosa yang mengintaimu, jika kamu main hakim sendiri.

 

Shares

Powered by moviekillers.com