Curhatan Putra Sulung Ahok yang Begitu Menyentuh

Sejak tersandung kasus penistaan agama yang menyeretnya ke meja hijau. Bahkan hingga kasusnya membuahkan vonis dua tahun penjara. Kini Sang Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini harus mendekam di Rutan Cipinang, meski kini statusnya sudah dipindahkan ke tempat lain.

Ahok sapaan beken Basuki Tjahaja Purnama ditahan atas perintah majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, dalam persidangan pamungkas kasus penodaan agama yang digelar di Auditorium Gedung Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa pagi.

Dalam persidangan tersebut, majelis hakim memvonis Ahok bersalah sehingga diganjar dua tahun penjara dan perintah penahanan. Ahok sendiri menyatakan banding atas keputusan tersebut.

Vonis Hakim yang dijatuhkan pun tentu membuat para keluarga Ahok harus menelan kekecewaan dan merasa sedih karena tidak bisa bersama-sama dengan Ahok untuk dua tahun ke depan, meski pihaknya mengatakan akan melakukan upaya banding.

Putra sulung Ahok, Nicholas Sean Purnama, juga tak ketinggalan mendukung sang ayah. Bersama sang ibu, Veronica Tan, Sean langsung mengunjungi Ahok di rutan, Selasa sore.

Salah satu keluarga Ahok yang paling merasa kecewa dan sedih adalah putra sulung Ahok yang kemudian mencurahkan curhatannya ke sosial media miliknya.

Sean, putra sulung Ahok mengungkapkan perasaan hatinya di akun Facebooknya @purnamaofficial. Bahkan, curhatannya pun memperlihatkan betapa dia begitu sangat sedih ketika harus berpisah dengan sang ayah yang dicintainya  yang kini berada di balik jeurji Mako Brimob Depok.

Tak tanggung-tanggung, bahkan Sean menuliskan keinginan hatinya untuk bertukar segalanya dengan sang ayah yang terpenting ayah yang dicintainya selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang.

Berikut curahan hati Sean yang begitu memilukan.

“Mohon pada angin mengantarkan kesehatan dan ketenangan. Waktu waktu pelanlah sedikit jangan biarkan kamu bertambah tua lagi , aku bersedia menukar segalanya agar kamu bertambah usianya . Ayah yang seumur hidup mendukungku sukses, apa yg bisa ku lakukan untuk mu ?,” tulis remaja kelahiran 17 September 1998.

“Ayah, terlalu besar pengorbananmu untuk semua bangsa dan negara ini. Meskipun dunia terlalu membenci dan mencaci maki, tidak pernah ada kata menyerah dalam hatimu. Aku bangga padamu, tapi percayalah, Tuhan pasti menunjukkan kebesaran dan kuasa bagi hambanya yang sabar dan tak pernah putus asa,” tulis Sean

“Ayah, jika waktu bisa terulang kembali, aku ingin bersamamu, ingin membelamu. Tapi, mengapa semua orang seakan membencimu tanpa aku tahu apa salah dan dosa ayah terhadap mereka semua. Tidak apa-apa ayah, aku akan selalu mendukungmu,” tulisnya.

Usai mengunggah kegelisahan hatinya, Sean pun berbagi soal pesan ayah yang dipanggilnya dengan sebutan Papa ini. Menurut Sean, walaupun berat dan dalam hati ia menjerit berontak ingin menangis namun Ahok memberikan pesan ini untuknya.

“Ayah selalu blg (Jgan pernah sekali kali membenci orang yg telah menghancurkan hidupmu , kasihani mereka , sayangilah mereka ) ,” unggah Sean sejam yang lalu di akun pribadinya.

Putra sulung Ahok ini pun berusaha bijak untuk menghadapi masalah yang tengah menimpa keluarganya. Sean bahkan dengan bangga menyebut Ahok sebagai pahlawannya dan meminta agar Ahok juga tak menyerah dengan keadaan karena Indonesia masih membutuhkannya.

Untuk diketahui, Majelis Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto memvonis Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan hukuman penjara dua tahun dalam persidangan, Selasa (9/5/2017). Hakim juga memerintahkan agar Ahok ditahan.

“Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara dua tahun,” kata Dwiarso di ruang sidang Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Pengadilan juga membebankan kepada Ahok untuk membayar biaya perkara sebesar Rp5 ribu.

Dwiarso mengatakan keputusan sidang perkara penistaan agama hari ini didasarkan pada semua fakta persidangan.

“Terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan penodaan agama,” kata Dwiarso.

Setelah membacakan putusan dan mengetukkan palu, Dwiarso mempersilakan Ahok dan jaksa untuk memberikan tanggapan.

Vonis ini lebih berat dari tuntutan jaksa.

Padahal, sebelumnya, jaksa hanya menjerat Ahok dengan dakwaan salah satu pasal alternatif, Pasal 156 KUHP. Dia dituntut hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun karena dianggap menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu golongan.

Semoga saja akan ada titik terang dari kelanjutan kisah ini.

Shares

Powered by moviekillers.com