Cibiran Terhadap Sri Rahayu yang Dinikahi Bule Ganteng Selandia Baru

Sebuah pernikahan memang tak akan ada yang tahu akan dilakukan oleh siapa, dengan siapa, dan dimana. Meski begitu, tetap saja yang namanya pernikahan biasanya akan mengundang banyak kehebohan demi kehebohan dibaliknya.

Seperti pernikahan yang beberapa waktu lalu digelar oleh Sri Rahayu dan Ezra Liam Honan seorang bule asal Selandia. Keduanya menikah dan menghebohkan jagat dunia maya.

Pasalnya, pernikahan lintas negara ini cukup mencengangkan publik lantaran perbedaan keduanya yang dianggap terlalu jauh.

Sri Rahayu yang berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah dicap tidak cocok sama sekali menikah dengan Ezra sang bule ganteng tersebut.

Hal ini ditengarai dari pendidikan Sri yang hanya tamatan Sekolah Menengah Pertama, sedangkan Ezra merupakan seorang manajer perusahaan ritel di Australia.

Sementara itu, Sri juga diketahui bekerja sebagai pengasuh anak di sebuah apartemen di Jakarta.

Netizen banyak yang menganggap bahwa keduanya tak cocok sama sekali.

Terlebih lagi paras Sri atau yang lebih akrab disapa Rini ini sama sekali berbeda jauh dengan Ezra yang dianggap ganteng maksimal ini.

Dengan kulit sawo matang, wajah pas-pasan, Sri dianggap tidak layak menikahi Ezra Liem Honan.

Meski begitu, keduanya tak ambil pusing dengan masalah perbedaan fisik maupun juga pendidikan di antara keduanya.

Nyatanya mereka berdua tetap melangsungkan pernikahan di Indonesia, meskipun harus menempuh berbagai persyaratan dokumen yang dinilai Ezra cukup ribet ini.

Bak cerita di negeri dongeng, Rini akhirnya menikah dengan Ezra berbalut gaun modern berwarna putih dan bersanding bersama Ezra di pelaminan.

Rini yang seperti Cinderella pun masih terus mendapat cibiran lantaran diketahui bahwa usia Rini satu tahun lebih tua daripada Ezra.

Bahkan, Rini sempat menuturkan bahwa kedua orang tuanya pada awalnya tak menyetujui pernikahan keduanya.

Terlebih karena sulitnya pengurusan administrasi keduanya yang beda kewarganegaraan. Rini dan Ezra harus mengurusnya selama dua bulan, bolak-balik dari Wonogiri-Jakarta.

Perkenalan Rini dan Ezra

Mulanya, ia berkenalan dengan Ezra saat bertemu di Pantai Kuta Bali setahun lalu. Usai berkenalan, keduanya bertukar nomor ponsel dan akun media sosial.

Rini menggunakan Bahasa Inggris saat berkomunikasi dengan Ezra.

“Anak yang saya asuh biasa menggunakan bahasa Inggris maka saya bisa berbahasa Inggris,” cerita Rini.

Hingga pada Agustus 2017 saat pertemuan kedua di Bali, Ezra melamar Rini.

Setelah menikah, keduanya berencana untuk tinggal di Australia dan akan membeli rumah di Jakarta.

Begitulah kedua pasangan ini disataukan. Tak pernah ada yang tahu kan jodoh datangnya dari mana?

Jika kebanyakan netizen menilai bahwa pasangan Rini dan Ezra merupakan pasangan yang kurang cocok karena hanya melihat dari perbedaan fisik antara keduanya.

Cobalah untuk jangan menilai dari sampul luarnya saja, ketahuilah alasan mengapa kamu tidak boleh asal menilai orang hanya dari sampul luarnya saja.

Belum tentu kamu lebih baik dari dia.

Belum tentu kamu lebih baik dari dia! Ingat itu! Kamu pakai pakaian tertutup sedangkan dia udelnya keliatan? Berarti kamu lebih baik dari dia? Belum tentu.

Setiap orang diiciptakan Tuhan karena sebuah alasan. Begitu juga dengan ia.

Tidak ada ciptaan di dunia ini yang tidak berguna. Nyamuk yang kecil diciptakan bukan untuk menggigit manusia tapi untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Demikian juga dengan dia.

Menilai mereka dengan penilaian yang buruk tidak membuatmu jadi lebih baik.

Menilai buruk mereka tidak membuat kamu jadi manusia yang lebih baik. Baik itu relatif. Komponen kebaikan itu ada banyak. Baik itu luas. Jika kamu menilai buruk seseorang berarti kamu adalah tipe orang yang close minded, dan tidak melihat sisi kebaikannya.

Meremehkan mereka sama saja dengan meremehkan Sang Pencipta.

Meremehkan seseorang yang ada di hadapanmu sama saja dengan meremehkan Sang Pencipta. Manusia yang kamu nilai buruk itu adalah ciptaan Sang Pencipta. Jadi, sebelum kamu menilai ia buruk, perhatikan ia baik-baik, dan ingat tentang Yang Menciptakannya.

Setiap orang memiliki sisi kebaikan. Tidak ada orang yang 100% jahat

Tidak akan ada manusia yang 100% baik atau 100% jahat. Kebaikan dan kejahatan, keduanya bersemayam di dalam hati manusia. Tokoh yang 100% jahat/baik hanya terdapat di karakter fiksi. Demikian pula dengan orang yang kamu nilai buruk. Masih ada kebaikan di diri mereka yang bisa kamu temukan.

Nah, masih ingin menilai orang dari luarnya saja?

 

Shares

Powered by moviekillers.com