Bocah Pemilik Sepatu “Menguap” Tidak Memiliki KIP

Di sebagian daerah di Indonesia ternyata masih banyak ditemukan penduduk yang hidup berkekurangan. Bahkan sebagian anak-anak di Indonesia juga masih kesulitan untuk menempuh atau melanjutkan pendidikan mereka. Mereka terkadang harus terpaksa untuk belajar secara mandiri, karena tidak mampu membayar biaya sekolah.

Baru-baru ini, kisah anak SD ini menjadi viral di dunia maya. Lantaran sepatu yang dia kenakan begiru terlihat memprihatinkan.

Juhdi (13), siswa kelas VI SDN Sindanglaya, Cianjur, Jawa Barat adalah bocah yang sepatu “menguap” nya menjadi viral di dunia maya. Bocah ini dikabarkan juga terancam terpaksa harus mengakhiri pendidikannya lantaran kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Setelah diusut pun, ternyata Juhdi tidak memiliki KIP (Kartu Indonesia Pintar).

Bocah yang memiliki cita-cita mulia untuk menjadi tentara dan mengabdikan diri pada negara pun terancam kehilangan pendidikannya. Ia mengakui, bahwa memang benar dia bercita-cita untuk menjadi seorang tentara. Karena cita-citanya itulah, dua ingin melanjutkan sekolahnya hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, sangat dusayangkan karena kabarnya Juhdi terpaksa harus putus sekolah. Padahal ujian sekolah sudah berada di depan mata.

Ketika pada awalnya bocah kelas VI ini menceritakan mengenai cita-citanya. Dia tampak sangat bersemangat. Namun, ketika ditanya seputar kabar putus sekolahnya. Dia pun mulai tertunduk lesu, seakan-akan kehilangan harapan.

Meski begitu, berdasarkan wawancara dengan Ayah Juhdi. Sebenarnya, beliaupun juga menginginkan anaknya bisa untuk bersekolah setinggi mungkin. Namun dengan kondisi perekonomian yang hanya cukup untuk memenuhi makan sehari-hari saja, tidak memungkinkan untuk membiayai Juhdi bersekolah.

Diketahui bahwa Ayah Juhdi, hanya bekerja sebagai buruh tani di sebuah perkebunan sayur milik tetangganya. Dalam sehari, dia hanya mampu mengumpulkan sekitar 20 hingga 35 ribu saja per hari. Uang itu dibagi untuk makan keluarga sehari-hari beserta orangtuanya.

Tentu penghasilan yang tidak seberapa ini tidak cukup untuk membiayai biaya sekolah Juhdi. Karena uang yang dihasilkan oleh Ayah Juhdi hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, dan tidak ada sisa yang dapat dikumpulkan untuk menabung.

Pihak sekolah pun ternyata juga membenarkan kabar bahwa Juhdi tidak memiliki KIP. Sehingga biaya sekolah pun harus ditanggung secara pribadi, meskipun pihak sekolah tetap memberikan keringanan terkait pembayaran biaya sekolah Juhdi.

Namun, dengan adanya keringanan itupun  ternyata biaya pendidikan yang harus ditanggung masih dirasa cukup memberatkan. Oleh karena itu, Juhdi terancam putus sekolah.

Tetapi, memang ternyata bukan hanya Juhdi yang mengalami kondisi kekurangan ekonomi yang serupa. Karena beberapa teman Juhdi pun juga mengalami kesulitan yang hampir sama. Sehingga mau tidak mau pihak sekolah hanya bisa memberikan keringanan yang dirasa adil untuk semua siswa yang memiliki kesulitan yang sama. Karena pihak sekolah tidak ingin menuai protes dari pihak manapun.

Si bocah SD ini kemudian menjadi viral lantaran fotonya beredar luas di sosial media. Dalam foto tersebut terlihat Juhdi sedang berfoto bersama salah satu temannya di sekolah. Namun, ada yang aneh di dalam foto tersebut. Karena nampak bahwa Juhdi mengenakan sepatu yang sudah menganga pada bagian depannya atau jebol. Sehingga netizen pun ramai memperbincangkan hal tersebut, dan menyebutnya sebagai Bocah Sepatu “menguap”.

https://usimages.detik.com/community/media/visual/2017/03/10/690505b7-cc82-4a26-a1ea-1b99d385f24b.jpg?a=1

Meski Juhdi kekurangan dari segi ekonomi. Namun nyatanya prestasinya pun tidak dapat diragukan. Karena berdasarkan informasi yang didapatkan dari pihak sekolah, di mana Juhdi bersekolah sealma ini. Diketahui bahwa Juhdi selalu masuk dalam ranking 10 besar. Dia juga merupakan siswa yang dikenal baik oleh pihak sekolah.

Oleh karena itu, sangat disayangkan apabila Juhdi terpakasa harus mengakhiri pendidikannya ini. Karena bagaimanapun anak ini memiliki kemampuan yang baik dalam pendidikan. Pihak sekolah pun mengharapkan adanya seseorang dermawan yang dengan ikhlas membantu Juhdi dan keluarga untuk membiayai pendidikan Juhdi hingga jenjang yang tinggi.

Dengan sepatu yang dikenakannya itu, dengan kondisi yang sudah tidak layak pakai, Juhdi masih memiliki semangat dan tekad yang kuat untuk berangkat ke sekolah. Dia pun tidak malu dengan kondisinya tersebut. Seandainya ada dermawan yang tergerak hatinya untuk membantu, mungkin saja cita-cita Juhdi untuk menjadi seorang tentara dapat terlaksana dan terwujud.

Kita doakan saja semoga Juhdi dapat segera mendapatkan bantuan dan bisa mewujudkan  cita-citanya untuk menjadi seorang tentara yang akan melindungi Indonesia.

 

Shares

Powered by moviekillers.com