Apa Yang Terjadi Ketika Ada Buaya Masuk Mall?

Ketika manusia yang masuk ke mall untuk berbelanja atau sekedar jalan-jalan bersama teman dan keluarga, memang merupakan hal yang wajar dan lumrah ya. Namun ketika hewan reptil yang masuk ke mall, bagaimana kira-kira kehebohan pengunjung mall ya? Apakah mereka akan merasa panik dan terancam? Atau malah mereka senang dan mengabadikan moment tersebut untuk diunggah di sosial media masing-masing?

Baru-baru ini pengunjung mall di kawasan Rita Super mall Purwokerto dikejutkan oleh hewan-hewan reptil yang rupanya sedang mengikuti ajang pameran satwa liar di mall tersebut pada hari Minggu, 26 Februari 2017. Pameran tersebut diadakan mulai pukul 10.00 hingga pukul 20.30 WIB.

Dari banyaknya satwa liar yang dipamerkan, terdapat dua reptil yang begitu menjadi daya tarik bagi kebanyakan pengunjung Rita Super mall. Diketahui dua reptil tersebut adalah merupakan dua buaya muara yang termasuk hewan langka.

Awalnya, keberadaan buaya muara tersebut terdeteksi ketika banyak postingan tentang dua buaya muara itu, yang banyak diunggah dan menjadi viral di media sosial. Setelah diketahui, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah (BKSDA Jateng) turun tangan untuk menyelamatkan dua buaya muara tersebut yang diketahui adalah milik Didin Anjar, Warga Ketegan, Baturraden, Banyumas.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, memang benar pada hari tersebut Didin mengikuti ajang pameran satwa liar di Rita Super mall Purwokerto. Didin rupanya juga tergabung di Komunitas Satria Reptil Banyumas. Di antara banyak reptil yang dipamerkan pun, dua buaya muara miliknya menjadi bahan tontonan dan menarik banyak pengunjung yang turut menyaksikan pameran tersebut. Barulah setelah menjadi viral, acara tersebut mendapatkan kecaman dari berbagai LSM Pemerhati satwa liar.

Atas dasar banyaknya laporan mengenai hal tersebut, kemudian Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah (BKSDA Jateng)  melakukan tindakan preventif (pencegahan) kepada yang bersangkutan. Agar hal ini bisa lebih diperhatikan kembali.

Kepala BKSDA Jateng menjelaskan bahwa buaya muara merupakan satwa liar yang dilindungi oleh Undang-undang No.5 tahun 1990, PP No.7 Tahun 1999 dan termasuk ke dalam kategori resiko rendah dalam daftar IUCN (International Union for The Conservation of Nature).

Ternyata, dijelaskan secara lebih lanjut bahwa bermain-main dengan satwa liar, khususnya buaya merupakan hal yang dapat membahayakan manusia dan juga dapat membahayakan satwa liar tersebut. Oleh karena itu, hewan-hewan liar tersebut dilindungi oleh Undang-undang yang jelas agar tidak terjadi penyalahgunaan terhadap hewan-hewan liar tersebut.

Tindak lanjut terhadap satwa liar yang dimiliki oleh Didin, Tim BKSDA Jateng lantas mengunjungi rumah Didin untuk memberikan pembinaan, karena ternyata yang bersangkutan tidak memiliki legalitas maupun surat-surat kepemilikan dua satwa liar tersebut. Akhirnya setelah diberikan pembinaan yang jelas, Didin harus merelakan dua buaya muara miliknya di bawa dan dititipkan untuk dirawat oleh salah satu penangkar buaya yang ada di Banyumas.

http://cdn2.tstatic.net/jateng/foto/bank/images/buaya_20170301_172457.jpg

Selain dititipkan dan dirawat oleh penangkar buaya. Buaya-buaya tersebut akan di cek dan dievaluasi tentang sifat liarnya dan kesehatannya juga. Jika sudah dinyatakan sehat, maka hewan tersebut akan segera dilepas ke habitat asalnya.

Buaya muara (Crocodylus Porosus) ini lebih dikenal dengan sebutan buaya air asin, atau buaya laut. Selain itu, buaya ini dikenal sebagai pemangsa manusia. Hal inilah yang membuat buaya jenis ini termasuk ke dalam kategori berbahaya. Oleh sebab inilah buaya muara ini dilarang untuk dipelihara tanpa adanya pengawasan yang jelas. Karena berpotensi dapat membahayakan kehidupan.

Memang seharusnya perlindungan terhadap hewan-hewan liar ditingkatkan kembali. Karena, semakin hari seiring modern-nya zaman membuat para satwa-satwa liar ini semakin berkurang populasinya. Jadi, dengan adanya perlindungan yang jelas. Hewan-hewan yang masih ada dapat dilindungi dan dirawat agar tidak punah.

Selain itu, hendaknya kita sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang baik juga harus turut serta melindungi dan menjaga kelestarian dan keberlangsungan populasi satwa liar. Agar satwa-satwa liar yang masih ada tidak menjadi punah. Karena mereka juga merupakan aset negara yang sangat penting dan wajib sekali untuk dilindungi.

 

 

Shares

Powered by moviekillers.com